RAGAM

DPRD TTS Minta Dukungan Politik DPRD dan Pemkab Malaka, untuk Pemekaran DOB Amanatun

BETUN, Kilastimor.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTS meminta dukungan Politik Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Malaka, guna mewujudkan DOB Amanatun sebagai pemekaran dari Kabupaten TTS.
DPRD TTS meminta supaya kedua Kabupaten bisa bekerja sama guna menyelesaikan batas TTS -Malaka secara baik dan damai, guna memuluskan terwujudnya DOB Amanatun.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD TTS, Alexander Kase kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan DPRD Malaka dan Pemerintah di Betun, Rabu (13/5).

“Kami datang kesini dengan tujuan dann niat yang baik, yakni membangun kerja sama dan meminta dukungan politik dari DPRD Malaka dan Pemkab Malaka, guna percepatan terwujudnya DOB Amanatun di TTS. Kita tau bahwa salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah persoalan batas wilayah sehingga hal itu secara dini dibicarakan bersama pemerintah dan DPRD Kabupaten Malaka. Kami datang ini juga untuk belajar dari Malaka apa resepnya, sehingga Malaka bisa jadi DOB dan dimekarkan, padahal waktu itu ada persoalan batas wilayah antara Belu-TTS pada segmen Lotas dan Besnam,” jelasnya.

“Calon DOB Amanatun merupakan wilayah yang langsung berbatasan dengan Malaka, sehingga kami datang untuk melakukan komunikasi dan meminta dukungan politik terkait percepatan pemekaran Kabupaten Amanatun. Kita butuh dukungan dan kerja sama, sehingga bisa tercipta saling pengertian bersama antara Malaka-TTS guna percepatan pemekaran DOB Amanatun,” bebernya.

Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran kepada wartawan mengatakan pihaknya memberikan apresiasi yang positif atas kunjungan DPRD dan Pemkab TTS. “Kita dukung niat baik itu dan kita berharap akan ada pertemuan lanjutan, untuk mewujudkan niat dan rencana itu.
Prinsipnya DPRD Malaka mendukung TTS supaya melanjutkan pembicaraan antara kedua kabupaten, terkait batas sebagai prasyarat pemekaran DOB Amanatun. Kita akan gunakan momentum itu untuk berbicara dari hati ke hati, supaya persoalan batas TTS-Malaka yang selama ini masih dirasakan, bisa dituntaskan dengan cara-cara baik dan menyejukkan,” tambahnya.

Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere kepada wartawan mengatakan Pemkab Malaka sangat mendukung niat baik DPRD dan Pemkab TTS, untuk selesaikan masalah batas TTS-Malaka secara baik dan damai. “Kita dorong itu supaya warga di batas hidupnya lebih tenang dan damai,” ujarnya. “Selama ini warga di Batas TTS-Malaka hidup damai dan tentram karena mereka satu suku yakni Nai Usu dan secara adat mereka itu satu. Kalau kedua pemerintah berniat baik, tentu masalah itu dapat terselesaikan. Kita di Malaka juga harapkan supaya soal batas segera tuntas, supaya masyarakat yang hidup di batas tidak diobok-obok oleh profokator yang selama ini bergerilya di batas. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top