POLITIK

IMMALA Kupang Desak Teko Dievaluasi Karena Over Kapasitas

BETUN, Kilastimor.com-Ikatan Mahasiswa Malaka (Immala) Kupang mendesak Pemda Malaka supaya mengevaluasi kembali perekrutan 1.800 teko, karena diilai over kapasitas dan merugikan keuangan daerah. Immala juga meminta supaya sebelum penandatanganan SK Teko supaya dilakukan pengkajian sesuai kebutuhan SKPD.

Kalau ditanda tangani tanpa kajian maka mahasiswa akan protes dan melakukan aksi demonstrasi. Penegasan itu disampaikan Ketua Umum IMMALA Kupang, Sirilius Klau dan Sekretaris Immala, Benyamin Nahak kepada wartawan di Betun, Sabtu (16/5).

“Kami sudah melakukan pengecekan di beberpa SKPD ternyata teko yang direkrut over kapasitas, dan tidak sesuai kebutuhan dan permintaan SKPD. Kita sudah keliling dan melihat bahwa tenaga yang mau dititipkan di SKPD tidak rasional lantaran ada penumpukan tenaga . Tempat duduk saja untuk pegawai yang lama saja tidak cukup, dan sekarang mau ditambah lagi dengan yang baru. Mereka mau duduk dimana dan mau kerja apa,” tambahnya.

“Kita dukung pemerintah jika rekrut sesuai kebutuhan daerah tetapi ini sudah tidak masuk akal . Teko sebanyak itu mau dibayar dengan apa sementara PAD Malaka sangat minim. Kita inginkan Teko bisa dibayar dengan PAD bukan dana DAU karena kita kabupaten baru masih butuh banyak anggaran untuk membangun wilayah ini. Perekrutan teko sebanyak itu sangat tidak rasional karena membebani keuangan daerah. Kalau bayar teko yang tidak punya kerja dan beban kerja yang jelas, termasuk korupsi dan merugikan keuangan daerah. Dalam satu tahun pemda harus keluarkan dana Rp 27 miliar, untuk bayar teko. Sementara PAD Malaka baru belasan miliar. Itu sama saja dengan kita tidak membangun dan hanya mau bagi-bagi uang bagi teko yang beban kerjanya tidak jelas,” bebernya.

Baca Juga :   Mahasiswa Universitas Negeri Timor Gelar Aksi Protes

“Kita minta supaya teko dievaluasi kembali dan pemerintah jangan paksa diri tanda tangan SK lalu rugikan daerah dan masyarakat Malaka. Kita masih kurang banyak dana sebaiknya dana-dana itu untuk membangun infrastruktur dan sarana-prasarana,” ujarnya.

Sekretaris Immala Kupang, Benyamin Nahak meminta supaya Teko harus dievaluasi demi efesiensi. “Saya lihat perekrutan teko sangat amburadul tanpa kajian dan hanya membebani keuangan daerah. Kalau pemerintah paksakan diri dan tidak kaji ulang maka kita akan protes termsuk melakukan aksi demonstrasi bila pemerintah tidak meninjaunya kembali,” pungkasnya. (oni).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top