POLITIK

IMMALA Kupang Desak Teko Dievaluasi Karena Over Kapasitas

“Kita dukung pemerintah jika rekrut sesuai kebutuhan daerah tetapi ini sudah tidak masuk akal . Teko sebanyak itu mau dibayar dengan apa sementara PAD Malaka sangat minim. Kita inginkan Teko bisa dibayar dengan PAD bukan dana DAU karena kita kabupaten baru masih butuh banyak anggaran untuk membangun wilayah ini. Perekrutan teko sebanyak itu sangat tidak rasional karena membebani keuangan daerah. Kalau bayar teko yang tidak punya kerja dan beban kerja yang jelas, termasuk korupsi dan merugikan keuangan daerah. Dalam satu tahun pemda harus keluarkan dana Rp 27 miliar, untuk bayar teko. Sementara PAD Malaka baru belasan miliar. Itu sama saja dengan kita tidak membangun dan hanya mau bagi-bagi uang bagi teko yang beban kerjanya tidak jelas,” bebernya.

“Kita minta supaya teko dievaluasi kembali dan pemerintah jangan paksa diri tanda tangan SK lalu rugikan daerah dan masyarakat Malaka. Kita masih kurang banyak dana sebaiknya dana-dana itu untuk membangun infrastruktur dan sarana-prasarana,” ujarnya.

Sekretaris Immala Kupang, Benyamin Nahak meminta supaya Teko harus dievaluasi demi efesiensi. “Saya lihat perekrutan teko sangat amburadul tanpa kajian dan hanya membebani keuangan daerah. Kalau pemerintah paksakan diri dan tidak kaji ulang maka kita akan protes termsuk melakukan aksi demonstrasi bila pemerintah tidak meninjaunya kembali,” pungkasnya. (oni).

Baca Juga :   Hingga Hari Ini Pencarian Eril Masih Dilakukan, Pihak Keluarga Ikhlas Atas Semua Takdir

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top