TIMOR

Komisi X Dukung Langkah Investigasi Menristek-Dikti, Investigasi PT Jual Beli Ijazah

JAKARTA, Kilastimor-Anggota Komisi X DPR RI, Ferry Kase menyatakan mendukunganya terhadap langkah Menteri Riset dan Teknologi serta Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) melakukan investigasi atas dugaan jual beli ijazah yang dipertontonkan oleh 18 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, termasuk satu PT di NTT.

“Kita dukung penuh langkah investigasi yang diambil Menristek-Dikti dan jajarannya terhadap 18 PT bermasalah,” bilangnya ketika dihubungi, Rabu (20/5).

Dikatakan, Kemenristek-Dikti harus tegas dengan dugaan ini, sebab selain merusak sistem pendidikan tinggi, juga merusak masa depan generasi bangsa ini, karena melakukan praktek yang tidak wajar.

Jika nantinya benar terbukti tandasnya, harus ada punishment yang jelas dan tegas, dan bila perlu ditutup saja PT yang berlaku demikian, karena melenceng dari aturan serta roh pendidikan itu sendiri, yakni menyiapkan generasi yang memiliki sumber daya unggul.

“Tutup saja kalau terbukti. Ini bentuk pembodohan dan merusak sistem pendidikan,” tegas politisi muda Hanura itu.

Dia melanjutkan, tidak saja lembaga pendidikan ditutup, namun setiap oknum yang terlibat harus dilaporkan ke penegak hukum, guna diproses hukum, karena merugikan banyak pihak, termasuk negara sebesar Indonesia.

“Ini sangat keterlaluan. Pemerintah harus bisa tegas, terutama dalam rangka revolusi mental. Kemenristek-Dikti harus umumkan hasil investigasinya,” bilang anggota DPR RI dari Dapil NTT 2 itu.

Senada, anggota Komisi X DPR RI, Jefirston R. Riwu Kore mendukung langkah tegas yang diambil Kemenristek-Dikti itu.

Baca Juga :   Jaga Keseimbangan Alam. Jangan Potong Pohon dan Buru Satwa Langka

Dia meminta Kementerian itu, segera menuntaskan investigasi dan mengumumkan hasil-hasilnya. Dan jika terbukti, hendaknya ditutup PT bermasalah itu, agar tidak merusak lembaga pendidikan lain termasuk sistem pendidikan.

“Saya akan angkat dalam rapat kerja dengan Kemenristek-Dikti beberapa waktu mendatang. Apalagi ada salah satu PT swasta di NTT,” tukasnya.

Baginya, pola jual beli ijazah yang dilakoni PT, sebab perbuatan naif, dan tidak mendidik. Karena itu, patutnya PT tersebut ditutup, karena merugikan masyarakat dan negara. (net)

Loading...
Loading...
To Top