RAGAM

Komunikasikan dengan DPRD Provinsi, DPRD TTS belum Lakukan RDP dengan PT. SMR

SOE, Kilastimor.com–Hingga saat ini DPRD TTS belum mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), sesuai janji yang dikemukan Ketua DPRD TTS, Jean Neonufa beberapa waktu lalu, ketika menerima massa pendemo dari Garda Kebangkitan Bangsa.

Menurut Jean, DPRD TTS saat ini tengah melakukan komunikasi secara intensif dengan DPRD Provinsi NTT, terkait keberadaan PT. SMR di TTS. Komunikasi yang dibangun terkait izin usaha pertambangan PT. SMR yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTT.

“Kami usaha dalam kurun waktu satu atau dua minggu lagi baru kita akan mengadakan rapat dengar pendapat terkait keberadaan PT. SMR di TTS ini. Karena kita masih membangun komunikasi dengan DPRD Provinsi NTT karena izin usaha pertambangan PT. SMR langsung dikeluarkan oleh Gubernur NTT,” kata Jean.

Lebih lanjut kata Jean, pihaknya merencanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan digelar nanti akan menghadirkan Bupati TTS, DPRD NTT, Dinas Pertambangan Provinsi NTT, Dinas ESDM TTS, PT. SMR dan juga para tokoh masyarakat, tokoh adat.

Kita rencanakan dalam rapat dengar pendapat tersebut menghadirkan, Bupati TTS, DPRD NTT, Dinas Pertambangan Provinsi, Dinas ESDM TTS, PT SMR dan juga tokoh masyarakat setempat, dimana PT. SMR melakukan usaha pertambangan,” ujar Jean.

Ketika disinggung kapan DPRD TTS akan melakukan sidak lapangan ke tempat pertambangan PT. SMR, Jean mengatakan pihaknya akan membentuk 4 tim guna melakukan sidak lapangan.
“Rencananya besok (hari ini) baru kita bangun komunikasi dengan komisi III DPRD TTS, guna melakukan sidak lapanga ini. Karena luasnya daerah pertambangan di desa Supul dan Noebesa maka kita akan membentuk 4 kelompok (tim) guna memaksimal sidak lapangan ini,” ungkap Ketua DPC Partai Nasdem TTS ini.

Baca Juga :   Hadapi ETMC, Polsek Gelar Rekayasa Lalin di Betun

Dia menambahkan, pemberlakuan 7 hari kerja itu yang sudah dibatalkan dan pengumunannya juga melalui mimbar gereja. “Sudah tidak ada lagi kerja pada hari minggu, yang diberlakukan oleh PT. SMR. Hal ini juga dinformasikan melalui mimbar gereja. Dari informasi yang saya peroleh sampai saat ini PT. SMR belum melakukan praktek pertambangan. Karyawan hanya diwajibkan masuk kantor, namun tidak ada pekerjaan karena belum ada kegiatan pertambangan yang dilakukan,” jelas Jean. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top