EKONOMI

Panitia Konser Slank di Kupang Tunggak Pajak Rp 71 Juta

Kupang,Kilastimor.com-Panitia penyelenggara konser Slank dari yakni Yayasan, BU”PPRE_NTT/ Arisan Moderen, pada 29 April 2015 lalu, menunggak pajak pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Kupang sebesar Rp 71 juta.
Pengakuan ini disampaikankan Kepala Dispenda Kota Kupang, Jeffry Pelt kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Jumat (8/5/2015).

Menurutnya, sesuai data yang dihimpun oleh Dinas, tiket yang terjual berdasarkan kelas, ada sebanyak 2.967 tiket yang laku terjual. Dari total tiket yang laku terjual, pajak yang harus dibayarkan panitia konser kepada pihak dinas pendapatan daerah sebesar Rp 71 juta. Namun hingga kini panitia belum beritikad baik untuk membayarkan pajak tersebut, sehingga dinas masih menunggu pembayaran pajak.

“Kami sudah mencoba untuk menghubungi Ketua Panitia Konser Slank, Vincent Mone, namun yang bersangkutan belum memberi kabar kapan akan membayar pajak konser kepada dinas. Sesuai informasi yang kami dapatkan dari istri Vincent Mone, yang bersangkutan, saat ini sedang berada Timor Leste dan baru akan pulang pada sabtu (besok). Rencana pada hari senin kami akan menghubunginya untuk segera melunasi tunggakan pajak,” katanya.

Selain masalah tunggakan pajak, Kata Jefri, pihak dinas akan melaporkan juga Ketua Panitia Konser Slank, Vincent Mone kepihak kepolisian. Menurutnya, pelaporan akan dilakukan menyusul Panitia Konser telah memalsukan Stempel dinas pada tiket yang dijual kepada publik. Semua tiket yang laku terjual sebanyak 2.967, memakai stempel palsu dispenda, sehingga pihak dinas akan melaporkan panitia konser ke pihak kepolisian.
Pemalsuan stempel, dilakukan panitia penyelenggara pada karcis yang dijual kepada publik.
Sebelumya, rencana konser group musik Slank akan digelar pada 18 April lalu, dan Ketua panitia, Vincent Mone membawa sebanyak 200 lembar karcis untuk di cap oleh dinas. Namun pada saat bersamaan, panitia hanya siap membayar pajak untuk 100 karcis saja, sehingga dinas hanya mensahkan 100 karcis yang kemudian di bawa pulang oleh panitia.

Baca Juga :   Harga Bongkahan Batu Bacan Masih Mencapai Rp 150 Juta

Konser yang dijadwalkan dilaksanakan pada 18 april tersebut, ternyata batal digelar.
“Dispenda pernah mengeluarkan tiket yang dicap sebanyak 100 lembar. Tetapi itu tiket untuk konser tanggal 18 April 2015 yang batal. Jadi kemarin ada pegawai yang ditawarkan tiket untuk konser hari ini, pegawai kita kaget karena belum pernah ada tiket yang dicap disini. Mereka (panitia red) memalsukan stempel dinas pada karcis yang dijual kepada publik,” katanya (rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top