TIMOR

Pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong akan Dievaluasi Sebelum Penutupan

“Tahun ini kita mengusung tema bagaimana memberdayakan masyarakat oleh karena itu kita haraplan supaya para kepala desa dan camat bisa bekerja secara optimal bersama warga, untuk mensukseskan pelaksanaan bulan bakti gotong royong di wilayahnya masing-masing. Warga perlu diberdayakan dan diberi peran dalam seluruh kegiatan di desa, karena dari dulu nenek moyang kita sudah meninggalkan tradisi dan budaya gotong royong dalam masyarakat. Kini, smangat bergotong royong itu sudah mulai memudar, karena tergilas arus globalisasi. Budaya ‘hakawak’ yang dahulu sudah ditanamkan leluhur, sudah mulai memudar. Yang masih nampak hanya dalam pesta nikah dan saat kematian. Kita harus galakkan lagi semangat kerja sama dan gotong royong dalam dimensi kehidupan lain seperti berkebun, mengerjakan sawah atau kegiatan prokuktif lainnya,” bebernya.

“Saya meminta kepada para camat dan desa supaya bulan bakti gotong royong tahun ini dijadikan momentum untuk membangun masyarakat desa, dan bekerja sama meningkatkan mutu kehidupan setiap keluarga. Ini sebuah tantangan yang harus dijawab kita semua,” tandasnya.

“Kita harapkan dalam pelaksanaan bulan bakti kali ini lebih memfokuskan diri pada upaya peningkatan mutu hidup setiap keluarga di desa . Kita akan tutup kegiatan ini di Kecamatan Kobalima Timur, dan sebelumnya akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui apa yang sudah dilakukan selama pencanangan bulan bakti gotong royong tahun ini,” pungkasnya. (oni)

Baca Juga :   Erni Tjahjo Kumolo: Pertahankan Budaya Orang Malaka

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top