RAGAM

Pelantikan Dua Pejabat Eselon IIB, Diduga Tidak Memenuhi Syarat

SOE, Kilastimor.com-Dua orang pejabat eselon IIB yang dilantik Bupati Mella, pada Rabu (13/5) lalu diduga tidak memenuhi syarat yang diatur dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi yang digelar Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang pejabat dilingkup Pemkab TTS yang namanya tidak mau dipublikasikan namanya.

“Ada dua orang yang dilantik Bupati Mella baru-baru ini tidak memenuhi syarat yang diatur dalam UU nomor 13 Tahun 2013 tentang tata cara pengisian jabatan Pimpinan Tinggi,” tutur sumber itu kepada Kilastimor dikantor Bupati TTS, Jumat (22/5).

Menurut dia pejabat yang dimaksud adalah Yohanes Laos yang dilantik menjadi Kepala Dinas PPKAD umurnya sudah lewat dimana Yohanes Laos yang kelahiran 18 November 1957 atau sudah menginjak usia 58 tahun yang jelas-jelas bertentangan dengan UU ASN, dimana dalam ketentuan tersebut usia setinggi-tingginya 57 tahun per 01 Juni 2015.

Bukan hanya itu sesuai dengan Pengumuman seleksi terbuka calon pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ( Eselon IIb) dilingkup Pemkab TTS, tahun 2015 nomor; 05/TIM-SEL/V/2015, dalam rangka pengisian jabatan pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIb) dilingkup Pemkab TTS tahun 2015 juga tertera dengan jelas pada point kedua, yaitu usia setinggi-tingginya 57 tahun per 01 Juni 2015.
“Dengan demikian sudah sangat jelas melanggar keduanya seharusnya tidak boleh dilantik,”jelasnya.

Baca Juga :   Tim Persemal Malaka Yakin Menang atas Persab Belu

Sementara seorang lagi yaitu Kadis PU Ir. Samue Nggebu diinformasikan belum belum mengikuti PIM II (Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Tingkat III atau pendidikan Kepemimpinana Tingkat II atau yang setara). Sedangkan dalam syarat dan ketentuan poin 6 berbunyi, Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Tingkat III atau pendidikan Kepemimpinan Tingkat II atau yang setara.
“Yang saya tau Pak Semi Nggebu itu belum mengikuti PIM II tapi kow dilantik menjadi Kepala Dinas PU,”kata dia lagi.

Menanggap hal tersebut Wakil Ketua DPRD TTS Emanuel Olin yang dihubungi Kursor via ponsenya Senin (25/5) menyayang sikap Bupati Mella yang tidak secara teliti melantik pejabat yang jika benar melanggar UU ASN.
“Kalau informasi ini benar, maka kita sayangkan sikap Bupati tersebut. Seharusnya beliau secara teliti untuk mengangkat seseorang untuk membantunya yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Emanuel Olin.

Ketua Fraksi PKB Religius Usfunan,SH kepada Kursor Senin (25/5) juga menyayangkan sikap Bupati dan tim seleksi yang tidak memperhatikan UU ASN dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2013 dan terkesan secara sadar melanggar peraturan tersebut. Tim seleksi yang dibiayai oleh pemerintah dari uang rakyat ternyata tidak menghasilkan pejabat yang memenuhi syarat.

Sementara itu, sekitar 9 (sembilan) orang PNS yang kini mendiami ruangan staf ahli dan tentu sudah memenuhi syarat seperti yang diatur dalam UU ASN dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI nomor 13 Tahun tahun 2013 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah tidak dipanggil, untuk dilantik menjadi Kepala Dinas atau badan dilingkup Pemkab TTS. Mereka diantaranya adalah Drs. Bernadus Sae, Drs. Yaan Tanaem, Drs. Hendrikus Banamtuan, Maxi Missa, Simon Raja Pono, Oktavianus Dida, Eliisama Boru, Alex Tamonob.

Baca Juga :   Pol PP dan Koramil Mulai Tertibkan Pengisian BBM di SPBU

Hingga berita ini diturunkan Bupati TTS Ir. Paul V.R Mella,M.Si belum berhasil dihubungi. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top