RAGAM

Pemkab Malaka Dukung Terwujudnya DOB Amanatun

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka sangat mendukung percepatan terwujudnya DOB Amanatun, karena lebih mempercepat pembangunan kawasan di dua Kabupaten. Pemkab Malaka juga memberikan ruang seluas-luasnya kepada pemerintah TTS membangun komunikasi yang efektif, guna penyelesaian masalah batas wilayah secara damai dan saling menguntungkan.

Penegasan itu disampaikan Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere dihadapan peserta rapat dalam rangka kunjungan pimpinan dan anggota DPRD dan sejumlah pimpinan eksekutif lingkup Pemkab TTS di Betun, kemarin siang.

“Sebagai tetangga Kabupaten, Malaka tetap memberikan dukungan politik dan dukungan moril bagi TTS, supaya segera memekarkan wilayah DOB Amanatun. Kita tetap mendukung karena TTS dan Malaka merupakan dua kabupaten yang hidupnya saling berdampingan sebagai saudara. Dampak dari pemekaran itu sendiri akan berimbas ke Malaka, karena dalam aspek pengembangan kawasan kedua wilayah itu berada dalam satu kawasan di wilayah selatan pulau Timor. Kita inginkan kedua wilayah itu tumbuh dan berkembang bersama sebagai tetangga kabupaten yang bisa saling memajukan dan menghidupkan,” ujarnya.

“DOB Amanatun berbatasan langsung dengan Kecamatan Wewiku di Malaka, sehingga dengan adanya pemekaran DOB Amanatun bisa mendorong roda pembangunan, ekonomi dan pembangunan kedua wilayah. Kita pasti mendukung karena dalam konteks kawasan akan berdampak bagi pertumbuhan baru di kedua kawasan melalui jalur selatan,” bebernya.

“Kita dorong rencana itu dan silahkan Pemkab TTS membangun komunikasi dengan Pemprov NTT, guna memfasilitasi pertemuan itu agar menyelesaikan masalah batas yang selama ini masih dianggap mengganjal,” tambahnya. Dalam penyelesaian persoalan batas hendaknya perlu dibangun saling pengertian bersama antar kedua kabupaten, karena secara defakto warga yang berdiam di batas selama ini hidupnya baik sebagai satu saudara dan mereka hanya satu suku yakni Naiusu. Saya melihat sesungguhnya persoalan batas wilayah Malaka -TTS selama ini tidak ada masalah, tetapi sengaja diciptakan pihak ketiga untuk mengganggu ketentraman warga di perbatasan. Persoalan perbatasan harus dilihat sebagai pembagian wilayah administrasi pemerintahan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat kedua kabupaten. Sementara secara genealogis mereka tetap satu dan tidak dipisahkan karena mereka satu,” bebernya. (oni).

Baca Juga :   Scorpion Lolos ke Fase Berikut pada Turnamen Ati Balle Cup I
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top