POLITIK

Pengelolaan Pemerintahan dan Pendidikan Perlu Diperhatikan

BETUN, Kilastimor.com-Pengelolaan Pemerintahan dan sektor pendidikan di Malaka patut diperhatikan. Pada birokrasi, penempatan pegawai harus sesuai keahlian dan kemampuannya. Mutasi pegawai sedapat mungkin dihindari kecuali promosi. Sementara dibidang pendidikan harus bisa memberikan beasiswa bagi mahasiswa Malaka, yang lagi melakukan studi. Penegasan itu disampaikan bakal calon Bupati Malaka, Heri Klau kepada wartawan di Besikama, Jumat (28/5).

Hery Klau/Kilastimor

Hery Klau/Kilastimor

“Dalam dunia birokrasi, bongkar pasang pejabat itu harus dihindari kecuali promosi jabatan, karena akan menimbulkan perpecahan dan ketidakpuasan dalam tubuh pemerintahan. Mutasi dengan tujuan perbaikan kinerja itu bukan target tetapi harus dicarikan solusi yang lain, yakni menempatkan tenaga-tenaga pendamping yang handal supaya bisa membantu tugas seorang pejabat dalam SKPD. Untuk langkah awal baperjakat harus bekerja profesional dan menempatkan pejabat sesuai latar belakang pendidikan, kemampuan dan kompetensi yang dimiliki,” paparnya.

Dalam perkembangan, kalau pejabat yang diangkat kurang produktif atau kurang mampu, maka harus dibantu tenaga-tenaga teknis yang handal supaya SKPD itu bisa produktif dan bekerja secara optimal. Manejemen mutasi dengan cara membuang pejabat, sama arti dengan membuat masalah baru dalam tubuh pemerintahan dan ciptakan masalah baru. Pejabat yang pindah ke tempat baru, juga akan lebih tidak produktif lagi karena kecewa dan kesal dengan mutasi yang dilakukan. Mutasi itu diperlukan kecuali untuk promosi jabatan namun kalau hanya mau roling dengan jabatan sama, patut dievaluasi dan dipertimbangkan kembali.

Baca Juga :   Betun FC Ditundukkan 0-1 dari Tim Pra PON NTT

“Kalau dalam lima tahun kita main mutasi terus kapan kerjanya? Itu menandakan bahwa bupati yang dipilih tidak mampu memanage birokrasi,” ungkapnya.

Dibidang pendidikan, pemerintah harus bisa membangun SDM di Malaka. “Untuk SD sampai SMA rakyat Malaka bisa melakukan dan membiayai sekolahnya anak. Tetapi khususnya di lembaga pendidikan tinggi kita harus memberikan perhatian khusus bagi anak-anak Malaka yang mau melanjutkan pendidikan di Perguruan tinggi baik di S1 atau S2,” sebutnya.

Pemerintah katanya, harus punya keauan politik untuk mendanai orang Malaka yang mau kuliah di S1, S2 dan S3. Kalau ada kemauan pasti ada jalan. Asumsinya, jika investasi dibidang pendidikan itu dilakukan selama lima tahun, maka SDM Malaka akan bagus dan bermutu.

“Anak-anak Malaka yang miskinpun bisa kuliah hingga S2 atau S3. Kita inginkan supaya SDM Malaka baik maka pemkab harus konsekuen mengalokasikan anggaran, untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak Malaka yang cerdas tetapi tidak mampu secara ekonomi,” bebernya.

“Ada yang bertanya lantas uangnya dari mana? Ya kita ada PAD dan usaha-usaha lain dibidang produksi pertanian terpadu. Kita punya bahan baku industri dan hasil produksi pertanian sehingga pengelolaannya bisa diatur supaya setiap mahasiswa mempunyai hak untuk memamntau dan mendapatkan bea siswa untuk kuliah,” ujarnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top