EKONOMI

Pengembalian Dana PEM Kota Kupang Capai 90 Persen

KUPANG, Kilastimor.com-Pengembalian dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) yang digulirkan sejak 2013 lalu, oleh Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat penerima di setiap kelurahan, sudah mencapai 90 persen.

Hal ini dikatakan Wali Kota Kupang, Jonas Salean, saat membuka pelatihan manajemen usaha bagi penerima dana PEM Kota Kupang Tahun Anggaran 2015, Rabu (20/5/2015) di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Menurutnya, dari dana Rp 15 miliar yang sudah digulirkan sejak 2013 lalu, sudah sekitar Rp 13 miliar lebih atau 90 persen yang berhasil dikembalikan. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sistem yang digunakan yang hampir sempurna.

Meski diakuinya masih ada kelurahan yang memiliki tunggakan atau pengembalian macet cukup besar, hingga puluhan juta rupiah. Dua kelurahan yang memiliki tunggakan paling besar tersebut antara lain Kelurahan Sikumana dan Kelurahan Namosain.

Karena itu, Walikota mengimbau kepada masyarakat penerima dana PEM untuk mau bertanggung jawab mengembalikan dana yang sudah diterima, agar warga lain juga bisa menikmati manfaat dari dana tersebut.

Dia mengatakan, dengan keberhasilan pengembalian yang mencapai 90 persen tersebut, Pemerintah Kota Kupang dengan persetujuan DPRD Kota Kupang berencana meningkatkan jumlah dana PEM dari semula hanya Rp 500 juta per kelurahan akan menjadi Rp 1 miliar per kelurahan. Tambahan Rp 500 juta tersebut, rencananya akan digulirkan pada tahun anggaran 2017 mendatang.

“Saya sangat optimis rencana tersebut bisa terlaksana karena prediksi mereka pada tahun tersebut PAD Kota Kupang sudah mencapai Rp 140 hingga Rp 150 miliar,” katanya.

Dia mengaku, peningkatan dana PEM tersebut didasari pada pertimbangan bahwa di Kota Kupang tidak berlaku UU Desa, yang mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar untuk masing-masing desa. “Dana PEM ini kita ambil dari kekuatan APBD kita sendiri. Untuk itu pelatihan yang diselenggarakan sangat penting bagi para penerima, dana agar lebih paham bagaimana mengelolanya, minimal dalam hal pembukuan,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Lemah, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Kupang, Imelda Manafe, selaku panitia penyelenggara pelatihan tersebut mengatakan, kegiatan akan berlangsung selama dua hari terhitung Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5). Ada 153 orang peserta dari 51 kelurahan, yang ikut dalam pelatihan tersebut. Peserta yang telah dilatih pada tahun 2014 berjumlah 225 orang.

Dia menambahkan, jumlah penerima dana PEM yang telah mengikuti pelatihan hingga saat ini berjumlah 408 orang. Masih tersisa 5.458 orang yang belum dilatih. Para peserta akan menerima materi seperti konsep pemberdayaan, peningkatan ekonomi masyarakat, sikap wawasan kewirausahaan, cara menata produk, kemasan dan promosi, serta materi tentang cara menyusun rencana usaha dan evaluasi kinerja usaha.(rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top