EKONOMI

Petani Sukses Oerinbesi, TTU, Sukses Temukan 29 Varietas Padi dan Tiga Varietas Ubi Jalar

BETUN, Kilastimor.com-Tidak disangka petani di kampung juga bisa memberikan kontribusi untuk penelitian benih, guna memajukan pertanian di Provinsi NTT. Walau hanya jebolan SLTA, seorang petani sudah menunjukkan prestasi, bahkan kini bekerjasama dengan Dosen Pertanian Undana, Yoseph Seran dan Dinas Pertanian Provinsi NTT, untuk melakukan penelitian tentang budidaya padi, ubi jalar dan kacang tanah selama 9 tahun terakhir.

Aleks Nana, begitu panggilan akrabnya Om Aleks, petani kreatif dari desa Oerinbesi-Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten TTU itu. “Bagi saya bukan persoalan uang tetapi pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama 9 tahun tidak ternilai harganya. Saya juga kaya karena berkat kerja sama ini, bisa membantu mahasiswa Pertanian Undana Kupang menyelelesaikan penelitiannya di Oerinbesi dengan target waktu penyelesaian pendidikan cepat dan berhasil baik. Saya kaya karena punya banyak mahasiswa yang berhasil dengani SDM handal di NTT,” ujarnya.

“Saya bekerjasama Undana selama sembilan tahun, dan bekerjasama dengan Vinsen Tarus untuk melakukan penelitian tentang Varitas padi yang ditanam saat musim panas, dan dilanjutkan Pak Bagus untuk penelitian padi dan terakhir bergabung dengan Pak Joseph Seran dari Undana, untuk melakukan penelitian sampai dengan tahun kesembilan,” bebernya.

“Tahun ini kami sudah kerja sama dan melakukan penelitian untuk 29 varitas padi dan 3 Varitas ubi jalar, yang sudah ditanam hari Jumat lalu. Ubi jalar sudah diteliti selama 9 tahun, dengan melakukan uji keunggulan benih, hama penyakit dan saat in masih bertahan 3 Varitas yang bertahan yakni kidal (Alor), LB (TTU) dan Netpala,” tandasnya.

Baca Juga :   Kendalikan Harga, Kapolres Belu, Dandim dan Dinas Perindag Pantau Pasar Baru

“Sebagai petani saya juga masih melakukan penelitian untuk mengawinkan jagung umur panjang dan umur pendek, supaya bisa mendapatkan benih yang terbaik yang perlu dimanfaatkan petani kedepan. Saya memang berpendidikan rendah tetapi saya siap memberikan kontribusi sesuai pengakaman saya buat petani di NTT, khususnya di TTU, Malaka dan Belu, karena kita saling berdekatan dan musim tanamnya juga sama,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top