EKONOMI

Saleh Husin Lantik Tiga Pejabat Eselon I: Segeralah Bekerja

JAKARTA, KilasTimor.com-Regenerasi di lingkungan Kementerian Perindustrian kembali terjadi. Terbukti, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin melantik tiga pejabat eselon I yang terdiri dari dua Dirjen dan satu orang Kepala Litbang.
Menurut Saleh Husin, pejabat-pejabat anyar itu merupakan hasil proses yang dilakukan secara terbuka sesuai dengan amanat Undang Undang No 5 tahun 2015, tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Secara harfiah, publik mengenalnya dengan sistem lelang jabatan.

“Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya melalui sistem seleksi terbuka guna menerapkan prinsip merit sistem di lingkungan Kementerian Perindustrian,” kata Menperin Saleh Husin saat melantik ketiganya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Rabu (6/5).

Sistem merit adalah kebijakan dan manajemen yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar.
Tiga pejabat eselon I yang dialntik tersebut antara lain, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, I Gusti Putu Suryawirawan. Putu sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah I.
Yang kedua, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Achmad Sigit Dwiwahjono yang sebelumnya merupakan Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III. Sementara itu, pejabat ketiga ialah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Haris Munandar N, sebelumnya menjabat Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri.

“Pesan kami agar segera bekerja, saling mendukung dengan para staf, siap 24 jam dan juga tidak ada kalender merah. Handphone jangan sampai HP dimatikan agar bisa dihubungi oleh wartawan, karena hasil kerja kita perlu dipublikasi media untuk menginformasikan pada publik,” ujar Menperin.

Baca Juga :   APBD Malaka Tahun 2016 Meningkat Menjadi Rp 820 Miliar

Menperin mengharapkan, melalui seleksi terbuka dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dapat mengubah budaya PNS dari comfort zone menjadi competitive zone. Selain itu, seleksi terbuka ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh PNS untuk dapat memberikan ide-ide dan pengalamannya bagi yang ingin berkarir di Kementerian Perindustrian dan memajukan industri nasional.

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga mengumumkan adanya enam perubahan nomenklatur unit eselon I di Direktorat Jenderal (Ditjen), Badan dan Staf Ahli dalam susunan organisasi yang dipimpinnya. Hal tersebut sesuai Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kementerian Perindustrian, yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 16 Maret 2015.

“Saya harapkan, kinerja Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri nasional dapat terus meningkat, sehingga tujuan pembangunan industri nasional tahun 2015-2019, yaitu terbangunnya industri yang tangguh dan berdaya saing dapat tercapai,” tegas Menperin.

Pada kesempatan itu, Memperin juga optimistis target pertumbuhan industri tahun 2015 antara 6,3-6,8 persen dapat tercapai. “Meski kuartal I ini tertekan, tapi kita tetap optimistis dapat terus tumbuh di kuartal-kuartal selanjutnya. Apalagi tingkat konsumsi di bulan puasa dan lebaran bakal mendorong produksi,” imbuhnya.

Selain itu, keyakinan itu juga ditopang dengan aliran modal asing yang terus menanamkan modal yang berarti investor tidak hanya melihat iklim bisnis di Indonesia dalam jangka pendek.

“Investasi terus mengalir dari infrastruktur, makanan minuman, hingga otomotif, baik berupa investasi baru maupun menambah kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik. Ini menunjukkan mereka yakin dengan Indonesia dan punya visi jangka panjang berinvestasi di sini,” tandas Menperin. (*)

Baca Juga :   Disnak NTT dan Plan Internasional Gelar UPSUS SIWAB
Loading...
Loading...
To Top