EKONOMI

Tidak Sesuai Kontrak Kerja, Karyawan Faromas Mengadu ke DPRD Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Karyawan CV. Faromas Timor Distribution Atambua di Pasar Baru mengadu ke pihak DPRD Belu, terkait dengan perjanjian kontrak kerja karyawan dengan perusahaan yang dinilai tidak sesuai.

Salah seorang karyawan, Aprianus Bere Tallo didampingi dua rekannya kepada wartawan menuturkan, kedatangan mereka ke Dewan untuk untuk menyampaikan beberapa persoalan terkait dengan perjanjian kontrak kerja dengan CV. Faromas Atambua.

“Sebelumnya persoalan ini sudah kami lapor ke Dinas Nakertrans, tapi tidak ada tindak lanjut. Karena itu hari ini kami datang ke Dewan untuk sampaikan lagi keluhan kami,” ungkap dia, Jumat (8/5) di Atambua.

Jelas Tallo, beberapa kontrak kerja yang tidak sesuai yakni, di perusahaan Faromas Atambua terjadi pemotongan upah dan pembayaran THR kepada karyawan yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja.

“Gaji kami tidak sesuai dengan upah mimimum pekerja (UMP) daerah, padahal UMP tahun 2015 sebesar Rp 1.250.000,” beber dia.

Dikatakan, persoalan gaji yang tidak sesuai UMP dialami juga beberapa karyawan lainnya. Bahkan ada gaji karyawan yang perbulannya masih di bawah standar gajinya. “Saya sudah bekerja dari tahun 2013, tapi sampai bulan lalu gaji pokoknya hanya Rp 785.000 saja,” ujar Tallo.

Tallo berharap dengan pengaduan ini pihak DPRD Belu bisa memfasilitasi sehingga pihak perusahaan bisa membayar upah para karyawan sesuai UMP yang berlaku. Selain itu, juga pemotongan keterlambat dikembalikan, karena dalam kontrak kerja, tidak ada pemotongan.

Baca Juga :   Tuntas, Danrem 161/WS Tutup Operasi Teritorial Terpadu TNI di Perbatasan RI-RDTL

Anggota Komisi II DPRD Belu, Agustinho Pinto menegaskan, akan mengeluarkan surat panggilan bagi Dinas Nakertrans dan pemilik perusahaan CV. Faromas Atambua, untuk melakukan klarifikasi atas pengadua karyawan terkait UMP dan pemotongan yang tidak sesuai perjanjian kontrak kerja. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top