EKONOMI

Tim Ekonomi Pemkab TTS Harus Cekatan, Atasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

SOE, Kilastimor.com-Tim ekonomi Bupati TTS dinilai belum efektif melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya untuk mengatasi permasalah ekonomi yang terjadi di TTS. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur LSM Today, Miel Teftae saat dimintai tanggapannya terkait dengan langkanya BBM dan meningkatnya harga sembilan bahan pokok (Sembako) menyusul adanya niat pemerintah pusat, untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memantik langkanya BBM jenis Premium dan Solar di dua buah SPBU (SPBU Oebesa dan SPBU Km.3) TTS.

Miel menggunakan kata ‘Namkak” (kurang cekatan) alias tanganga dalam bahasa SoE karena sudah berhari-hari, TTS selalu kekurang BBM jenis Premium dan Solar.
“Saya lihat tim ekonomi Bupati tidak cekatan. Kalau dalam bahasa SoE terlalu “Namkak”, sehingga kelangkaan BBM dan melonjaknya harga Sembako belum bisa diminimalisir oleh tim ekonomi bupati,” jelas Miel.

Menurut Miel, seharusnya tim ekonomi bupati secara cepat menanggapi kelangkaan BBM dan melonjaknya harga sembako dipasaran.
“Jika adanya kelangkaan BBM seperti yang terjadi sekarang ini, tim punya kewajiban untuk berkomunilasi dengan dengan pihak depot Pertamina, menanyakan kendalanya apa dan secepat itu bisa teratasi,” tegas Miel.

Tim ekonomi Bupati menurut Miel Teftae adalah Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian, Bagian Ekbang, dan tentunya asisten yang membidangi ekonomi yang mestinya mempunyai power untuk berkomunikasi dan berkoordinasi atau lobi-lobi sehingga persoalan kelangkaan BBM tidak terjadi.
“Masa Kabupaten lain BBM-nya lancar, kita di TTS BBM langka berhari-hari,” heran Miel.

Baca Juga :   Kades Fafoe Terapkan Pola Tanam Terpadu

Salah seorang konsumen BBM yang namanya tidak mau dikorankan sependapat dengan Miel Teftae. Sejauh yang dia tau jika terjadi kelangkaan BBM atau adanya persoalan ekonomi yang dialami masyarakat tidak ada tindakan nyata dari tim ekonomi Bupati yang seharusnya berada didepan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Saya lihat, tidak ada tindakanya nyata dari tim ekonomi bupati untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM dan masalah ekonomi lainnya. Jangan sampai mereka tidak tau bahwa itu adalah tugas dan kewajiban mereka, atau memang “Namkak” bahasa atoin meto,”katanya.
Keduanya berharap agar pemerinta segera mengambil langka konkrit untuk mengatasi masalah kelangkaan BBM dan masalaha ekonomi lainnya.
Untuk diketahui, sejak Senin (18/5) BBM di dua buah SPBU terpantau langka dan tidak ada aktifitas pengisian BBM di kedua SPBU baik SPBU di Oebesa maupun di SPBU yang terletak di Km. 3. BBM mulai langka untuk di TTS. Harga eceran mulai merangkak naik dari 10.000/liter hingga 12.000/liter. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top