RAGAM

Timbulkan Polemik, Sebaiknya Teko Malaka Dibubarkan dan Rekrut Ulang

BETUN, KilasTimor.com-Sebaiknya Teko Malaka dibubarkan saja karena pemerintah tidak mampu menyelesaikan persoalan dan menimbulkan polemik. Tanda tangan SK Teko dan Pembayaran Teko saja sudah rumit dan kelihatannya Pemerintah belum siap menyelesaikan persoalan itu . Kalau dibiarkan maka bisa terjadi kerawanan sosial dan akan berdampal bagi proses pembangunan yang sementara berjalan. Kalau mau lanjut, sebaiknya pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengkaji dan melakukan penerimaan teko secara transparan dan terbuka, sehingga tidak terkesan KKN dan bermuatan politik.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi Akselerasi Nasional (Misinas), Lodi M.Lukas kepada wartawan di Betun, (1/5).
“Saya lihat ada yang tidak beres di pemda Malaka terkait pengurusan Teko. Pertama, teko belum ditanda tangani SKnya sehingga status mereka tidak jelas namun faktanya teko tetap kerja dan kepastian pembayaran gajinyapun tidak jelas karena persoalan administrasi. Persoalan administrasi dan tanda tangan saja sudah ribut dan saling menyalahkan sementra banyak hal yang harus dikerjakan selain urusan teko yang menguras energi. Kalau ruwet ya dibekukan sambil dipikirkan lagi bagaimana merekrut baru secara transparan dan terbuka supaya dilamar pencari kerja”,ujarnya.

“Urusan begitu saja kog dibuat ruwet. Kalau pemerintah bisa rekrut artinya harus bisa menjamin kepastian hukum terkait status teko. Belum lagi ada informasi bahwa Pemda hanya bisa melakukan penandatanganan SK Teko pada 30 April dan masa kerja dihitung mulai bulan Mei. Selanjutnya, pemerintah tidak mau membayar kerja teko dari bulan januari sampai April gara-gara persoalan administrasi penandatanganan teko. Ini kesalahan pemeintah dan bukan kesalahan teko. Yang namanya pekerja yang sudah bekerja ya harus dibayar, dan jangan rugikan pekerja. Itu tanda bahwa pemerintah belum siap tetapi mau rekrut teko. Kita patut pertanyakan ada apa dibalik ini”,ujarnya.

Baca Juga :   Warga Malaka Tumpah Ruah Saksikan Konser Wonderful Indonesia Rai Malaka

“Kita minta supaya pemerintah segera tuntaskan masalah ini, sehingga tidak merugikan teko dan terpenting lagi jangan merusak situasi di Malaka yang lagi membangun. Kalau ada gejolak terkait teko apakah pemerintah yang akan bertanggung jawab?,” bilangnya.

“Perekrutan seperti ini terkesan asal-asalan dan tidak ada perencanaan yang matang, sehingga bisa bermasalah seperti sekarang. Kita minta supaya pemerintah serius menyelesaikan urusan itu supaya tidak ada persoalan. Kalau urus teko saja sudah tidak mampu tolong jangan omong urusan-urusan lain. Berani rekrut harus berani bayar dan berani bertanggung jawab. Saya sudah cek ternyata pola perekrutannya asal taruh saja. Siapa saja bisa bawa dia punya. Tidak ada mekanisme perekrutan baku sehingga harus dibubarkan karena sarat KKN,” tegasnya.

“Kalau sampai terjadi masalah dikemudian hari dan berakibat tidak baik bagi DOB Malaka, maka mereka yang menerima teko selama ini harus diperiksa. Kita tidak mau Malaka ini rusak gara-gara pengelolaannya yang tidak bagus dan sarat KKN. Kita harapkan semua persoalan terkait teko segera diselesaikan supaya tidak berdampak luas pada dimensi kehidupan lain,” pungkasnya. (oni).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top