RAGAM

Ulu : Hilang Nasionalisme, Belu Bakal Caplok Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-Asisten III, Sekda Belu, Ulu Emanuel sangat mengkhawatirkan kondisi masyarakat di perbatasan. Dia melihat, tidak lama lagi wilayah Belu bakal diambil Negara Timor Leste, sebab masyarakat di wilayah perbatasan Belu tidak
memiliki rasa nasionalisme dan cinta terhadap tanah air Indonesia.

“Salah satu contoh yakni, dengan melakukan aksi penyelundupan bahan bakar minyak ke Negara Timor Leste,” ungkap Ulu pada sambutan dalam kegiatan Bakti Sosial, Sabtu (23/5) di Aula Paroki St. Lahurus, yang digelar oleh pengajar Serjana Mendidik Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) Universitas Riau.

Tegas Ulu, penting dilakukan penanaman rasa nasionalisme dan cinta akan tanah air sejak dini bagi kaum pemuda dan masyarakat umum di wilayah perbatasan. Pasalnya, hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya persoalan seperti yang dimaksudkan.

Pemkab Belu telah berjuang untuk mendapatkan sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Hal itu dikarenakan, dalam setiap tahunnya selalu ada pengeluhan dengan kurangnya tenaga pengajar di sekolah.

“Buktinya tahun lalu kita berhasil mendatangkan universitas Ganesha Bali dan Riau yang mengirim pengajar SM-3T di wilayah Belu. Semua pengajar berjumlah 56 orang dan tersebar di 12 Kecamatan dan bulan Juli mereka genap satu tahun mengabdi,” kata Ulu.

Birokrat itu berharap, kedepannya dua universitas ini tetap berkontribusi mengirim pengajar SM-3T untuk Kabupaten perbatasan Belu. Keberadaan para pengajar jelas Ulu, tidak menjadi beban anggaran dari Pemkab Belu, karena pembiayaannya langsung dari Pemerintah Pusat. Selain tugas utama pengajar SM-3T untuk mengajar, para pengajar juga berkontribusi melakukan melakukan kegiatan sosial terhadap masyarakat.

Baca Juga :   Belum Setahun, Pekerjaan Proyek Paving Block Pasar Oeba Rusak

“Ucapkan terima kasih dari saya untuk koordinator pengajar SM-3T Universitas Riau, yang sudah gagas kegiatan bhakti sosial, donor darah, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman cinta
tanah air bagi warga perbatasan hari ini,” ucap Ulu.

Ketua pelaksana kegiatan Rudi Hertoni Petrus Silaban, menuturkan tujuan digelarnya kegiatan hari ini dalam rangka menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Mengingat saat ini rasa cinta air dan nasionalisme bagi warga perbatasan di Indonesia dan Timor Leste sangat kurang.

Dikatakan, saat ini rentan dan kurangnya rasa cinta akan NKRI. Selain itu kurangnya perhatian terhadap masyarakat, khusus di perbatasan yakni di bidang pendidikan karena kurangnya guru. Dia berharap dengan kegiatan hari ini Pemerintah bisa melihat keadaan saat ini yang ada diwilayah perbatasan.

“Semoga dengan kegiatan ini, para pemuda yang ada diperbatasan dapat mencintai jasa para pahlawan bangsa yang telah wafat demi bangsa Indonesia dan semakin mencintai rasa cinta tanah air Indonesia,” harap Silaban. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top