EKONOMI

Warga Silawan Terserang Demam Batu Akik. Masing-masing Warga Mengoleksinya

ATAMBUA, KilasTimor.com-Demam batu akik kini sedang terjadi diseantero Indonesia. Ternyata demam batu akik juga tersebar hingga ke masyarakat Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, Timor Barat.
Warga yang langsung berada digaris perbatasan Indonesia-Timor Leste, mulai mengoleksi berbagai jenis batu akik, dalam bentuk bongkahan.

Goris Fahik salah seorang warga dusun Adu Bitin, Desa Silawan termasuk pemilik bongkahan batu akik dengan berbagai jenis serta ukuran itu. Batu-batu tersebut awalnya ditemukan di sekitar perbukitan Fatuhai.

“Saya tahu tentang batu akik ini dari siaran di televisi. Punya saya ada beberapa jenis batu dengan warga yang berbeda dan ukuran yang berbeda,” ucap Fahik, Rabu (29/4/) di Silawan.

Dikatakan, dirinya belum mengetahui benar apa jenis batu akik yang dimilikinya, karena hingga dengan saat ini belum di tes. “Kita belum ada alatnya, tapi kalau dilihat batu di bagian dalamnya warna-warni dan kalau di senter tembus,” sebut Fahik.

Batu serupa juga dimiliki Ferdi Mones dengan berbagai ukuran dari mulai dari pecahan kecil bahkan bongkahan besar. Selain itu juga batunya memiliki beragam warga layaknya pelangi, ada warna putih, hitam, coklat, biru dan beberapa warna lainnya.

“Kalau di Silawan ini, hampir semua warga punya batu akik. Selama ini warga terus mencari dan mereka dapat kemudian disimpan,” terang Kepala Desa itu.

Baca Juga :   Anggota Paskibra Malaka Mulai Dikarantina

Menurut Bili, ada beberapa pembeli yang telah menawarkan batunya, hanya saja batu tersebut belum di tes sama sekali. Namun dirinya yakin bahwa batu tersebut adalah batu akik.

“Warga sudah sampaikan ke saya, bahwa mereka mau jual batunya. Saya juga tidak melarang karena ini bisa membantu perekonomian warga,” ucap dia.

Dikatakan, saat ini dirinya bersama warga tinggal menunggu saja apabila ada pembeli yang datang dan tes batunya akik maka akan dijual. “Kalau benar batu akik, kita akan meminta bantuan alat kelolanya. Sehingga kita yang langsung kelola dan menjualnya dalam bentuk jadi,” ujar Bili. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top