RAGAM

183 Desa STBM di TTU, Telah Deklarasikan Hidup Sehat Dan Bersih

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) diserahterimakan oleh Plan International Indonesia Program Unit Kefamenanu kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Utara (TTU).

Program STBM yang telah dijalankan atas kerjasama Plan International Indonesia dengan Pemda TTU berlangsung dari bulan Oktober 2010 yang diawali dengan kesepakatan kerjasama hingga 30 Juni 2015.

Plan Internasional Indonesia

Plan Internasional Indonesia

Program STBM merupakan desain besar dari Program SHAW dukungan SIMAVI–Kedutaan Besar Belanda (EKN), untuk mendukung Program STBM yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan MenteriKesehatan No. 852 Tahun 2010 yang selanjutnya telah diganti dengan Permenkes No. 3 tahun 2014. Program ini dilaksanakan oleh 5 mitra, yaitu CD-Bethesda, di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Yayasan Dian Desa, di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur, Yayasan Masyarakat Peduli, di Kabupaten Lombok Timur ; Plan International Indonesia, di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Timor Tengah Utara dan Yayasan Rumsram, di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.

Program Unit Manager Plan International Indonesia, Program Unit Kefamenanu, James Ballo, dalam sambutannya mengatakan, Hingga berakhirnya program STBM pada 30 Juni 2015 mendatang, atas nama Plan International Indonesia patut menyampaikan hasil kerjasama dengan Pemda TTU yang telah berhasil mendeklarasikan 183 desa STBM, 22 Kecamatan STBM dan 104 SD/MI STBM, capaian lainnya yaitu terbentuknya 4 kelompok Sanitasi Marketing dan yang dikelola perorangan sebanyak 8, semuanya menyediakan kloset dengan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat desa di seluruh wilayah TTU.

Baca Juga :   Harga Beras di Malaka Melambung Hingga Rp 12 Ribu Per Kilo

Tantangan selanjutnya adalah Perlu adanya konsistensi untuk melaksanakan mekanisme monitoring dan pelaporan 5 Pilar STBM secara berjenjang, di mana Tim STBM yang telah dibentuk dan ditetapkan dengan Surat Keputusan KepalaDesa harus berperan dalam melakukan monitoring di Rumah tangga, hasil monitoring direkap menjadi rekapan tingkat RT dan rekapan tingkat Desa/Kelurahan.

Lanjutnya, Hasil tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Tim STBM Kecamatan melalui rapat rutin bulanan di Kecamatan. Yang berikut adalah Tim STBM Kecamatan yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat, melakukan Kajian/Analisa, melakukan Verifikasi/Pengecekan lapangan dan melakukan sampling monitoring langsung kerumah tangga.

Hasil monitoring tersebut akan dijabarkan oleh Puskesmas/Sanitarian ke Dinas Kesehatan sebagai laporan kegiatan inspeksi sanitasi dan dilakukan input data ke Web STBM WWW.STBM-INDONESIA.ORG.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Tata Praja, Willibrodus Apaut mengatakan, seiring dengan akan berakhirnya program kerjasama antara Plan International Indonesia dengan Pemda TTU, terkait pelaksanaan program STBM sejak tahun2010 yang lalu, maka pada kesempatan yang baik ini, atas nama Pemda TTU dan masyarakat TTU menyampaikan ucapan terima kasih kepada Plan International Indonesia atas dukungannya, komitmen dan kerjasamanya yang telah ikut melaksanakan program-program dalam RPJMD 2011-2015 khususnya program pembangunan kesehatan, yakni mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) lewat 5 Pilar STBM. (ger)

Baca Juga :   Jefri Riwu Kore: Pemda Jangan Tunggak Tunjangan Sertifikasi Guru
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top