RAGAM

Ada Tunggak Dana PEM, Dewan Nilai LPM Lemah Dalam Verifikasi

KUPANG, Kilastimor.com-Adanya kelurahan yang bermasalah dalam proses pengembalian cicilan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) mendapat sorotan dari DPRD Kota Kupang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, menilai ada kelemahan dalam verifikasi yang dilakukan oleh LPM ditingkat kelurahan.

Melkianus Balle

Melkianus Balle

Hal ini dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Melkianus Balle kepada wartawan di Kantor DPRD,Kamis (25/6/2015).

Menurutnya, dua kelurahan yang dalam pengembalian dana PEM kurang maksimal tersebut, yakni Sikumana dan Namosain dikarenakan lemahnya sistim verifikasi oleh LPM terhadap masyarakat penerima, sehingga proses pengembaliannya tersendat.

“Persoalan seperti ini tentunya menjadi pembelajaran bagi LPM untuk lebih selektif dalam memverifikasi penerima dana PEM. Nantinya LPM perlu melihat fakta lapangan, sehingga tidak terkendala dalam pelaksaan program ini,” pintanya.

Dia mengaku, program ini dinilai sangat bagus, dalam membantu usaha kecil guna meningkatkan usahanya, tetapi yang perlu diperhatikan adalah verifikasi ditingkat kelurahan, agarlebih selektif.

“Gagalnya program ini dinilai dari proses pengembalian. Jika pengembalian macet maka dampak akan berpengaruh pada penguliran ke tahap berikutnya. Untuk itu perlu menjadi perhatian serius Pemerintah dalam BPMD dan LPM,” katanya.

Sedangkan Sekretaris Komisi II, Jabir Marola, program pemerintah yang diberikan kepada masyarakat ini ibarat gula-gula, yakni hanya memberikan manis, namun tidak tepat sasaran, karena ada penerima yang usahanya mau dibilang sudah mantap juga diberikan dana PEM, padahal sebenarnya dana untuk mereka yang usahanya belum terlalu mantap.

Sebelumnya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Kupang, Felisberto Amaral mengaku, dari 51 Keluarhan yang ada di Kota Kupang sebagai penerima Dana Pemberdayaan Ekomi Masyarakat, ada dua kelurahan yang masih bermasalah dalam proses pengembalian cicilan. Dua kelurahan tersebut yakni, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, dan Kelurahan Namosian Kecamatan Alak.

Menurutnya, untuk Kelurahan Alak dari dana Rp 400 juta, baru dikembalikan Rp 200 juta, sehingga masih tersisa Rp 200 juta yang belum dikembalikan.
Sementara untuk Kelurahan Sikumana, kata Felisberto yang masih sangat terkendala pada pengembalianya. Kelurhan Sikumana hingga kini belum ada pengembalian. (rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top