EKONOMI

Agustinus Klaran: Sebagai Urat Nadi Perekonomian, Koperasi Desa Harus Dibangun

BETUN, Kilastimor.com-Bakal Calon Bupati Malaka, Agustinus Klaran memastikan bisa membangun perekonomian masyarakat Malaka. Itu merupakan panggilan dan kepedulian nyata untuk membangun tanah kelahiran disektor ekonomi. Upaya yang dilakukan jika terpilih dan dipercaya rakyat adalah membangun ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan, supaya roda ekonomi di desa bisa tumbuh dan berkembang, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat kecil di desa.

Penegasan itu disampaikan Bakal calon Bupati Malaka, Agustinus Klaran kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan warga di Besikama-Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, NTT, belum lama ini.

“Kabupaten Malaka tidak terlalu luas sehingga dapat dijangkau dan dibangun ekonominya. Kita pastikan bisa membangun ekonomi masyarakat Malaka bila rakyat Malaka bisa memberikan kepercayaan dalam pemilu 9 Desember mendatang,” ujarnya.

Kedatangan pihaknya ke kampung halaman bilangnya, merupakan sebuah kepedulian nyata dan menjawab panggilan untuk membangun tanah leluhur. Malaka menyimpan banyak potensi sehingga secara ekonomi bisa dibangun untuk mensejahterakan warga di Malaka.

Agustinus Klaran-Paulus Seran Bauk

Agustinus Klaran-Paulus Seran Bauk

“Kita lihat di Malaka ada kesenjangan hidup yang yang jauh antara warga perkotaan dan pedesaan, antara orang yang kaya dan miskin. Orang miskin perlu diberdayakan dan diangkat supaya hidupnya tidak jauh berbeda dengan orang yang kaya. Selama ini kita lihat bahwa pembangunan itu hanya terasa dalam kota ditandai adanya toko besar, bank dan pusat bisnis lainnya sehingga uang hanya berputar di kota, sebagai sentra ekonomi. Sementara uang tidak banyak berputar di desa. Uang di desa malah tidak ada,” paparnya.

Baca Juga :   Demokrat Dukung SBS-DA dalam Pilkada Malaka

Untuk itu jelasnya, harus dibalik dimana uang harus bersumber di desa, karena sesungguhnya semua potensi itu berada di setiap desa. Para petani di desa harus bisa dididik dan diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang mengelola semua potensi di desanya masing-masing.

Koperasi di desa perlu dihidupkan sebagai urat nadi perekonomian di desa. Kita harapkan dengan konsep ini desa bisa hidup dan dapat uang. Uang pertama harus berputar di desa, kemudian ke wilayah perkotaan.

“Hasil produksi masyarakat di desa harus benilai ekonomis dan berorientasi pasar. Kita harus mampu memasarkan semua hasil pertanian dan kerajinan milik masyarakat untuk kebutuhan pasar domestik dan manca negara. Kalau kita hanya omong, memang kelihatan sulit dan rumit. Tetapi jika dijalankan semuanya akan baik dan berjalan karena dipersiapkan secara benar dan baik,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top