RAGAM

Arapel Sesalkan Perilaku Bupati TTU yang Tidak Membahas Tambang Oenbit

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan LSM atau NGO yang tergabung dalam Aliansi Masyrakat Peduli Lingkungan (ARAPEL) TTU, yang selama ini mengkritisi berbagai tindak pengerusakan lingkungan, dan menolak adanya pertambangan di TTU melakukan aksi damai.

Aliansi yang merupakan gabungan organisasi PMKRI Cabang Kefa, LMND Eksekutif Kota Kefa, Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang Kefa bersama LSM Lakmas NTT, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan masyarakat Insana, melakukan aksi sekitar pukul 11:00 Wita, menuju kantor bupati dan rumah jabatan bupati, pada Jmuat (19/6) lalu.

Aksi Damai Arapel, Jumat (19/6) di Kefamenanu

Aksi Damai Arapel, Jumat (19/6) di Kefamenanu

Pantauan media ini, aksi damai Arapel berlangsung aman dan tertib. Hanya saja sesampainya di kantor Bupati TTU, ternyata orang nomor satu tersebut tidak ada ditempat, dan setelah mendapat info kalau Bupati TTU berada di rumah jabatan, massa Arapel bergerak menuju ke rujab untuk bertemu dengan bupati.

Setibanya di Rujabm massa pendemo ditahan pihak keamanan bersama Pol PP, akibat bupati masih bertatap muka dengan seluruh pihak kesehatan yang berada di wilayah kabupaten Timor Tengah Utara.

Koordinator Aksi, Johan Naihati dalam orasinya di depan kantor Bupati mengatakan, pihaknya datang untuk menagih janji Bupati TTU, pada bulan 28 Maret lalu. Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Desa Oenbit mengatakan, apabila tidak ada kesepakatan antara manejemen PT. Elgary Resource Indonesia (ERI) dan masyarakat, maka dirinya selaku bupati akan mencabut surat izin pertambangan yang dikeluarkan pihaknya kepada PT. ERI pada bulan Juni.

Baca Juga :   Panwaslu Malaka Tertibkan APK Paslon Gubernur-Wagub NTT

Masih menurut pantuan media ini, massa Arapel dan masyarakat rela menunggu berjam-jam di halaman rumah jabatan Bupati TTU, untuk bertemu dengan bupati, guna mendengar komitmen bupati mencabut izin PT ERI.

Tepat pada pukul 16.00 wita, melalui kepala Badan Kesbangpol TTU, bupati bersedia menerima masa aksi untuk beraudiens.
Dalam audiens itu, bupati bukan berbicara soal tambang di Desa oenbit, tetapi bupati berbicara soal status Fecebok saudara Ernesto yang menduga bahwa hari ini pertemuan bupati dengan seluruh pegawai kesehatan itu, untuk berbicara soal politik.
Mendengar itu, terjadi adu mulut antara massa dengan bupati.

Eman Tulasi salah satu pentolan Arapel kepada bupati menjelaskan, kedatangan pihaknya kesini, untuk bicara soal tambang mangan, bukan bicara soal status facebook itu kan urusan pribadi. Nanti baru diselesaikan, tetapi bupati tetap keras kepala bicara soal status facebook.

Kondisi ini membuat massa kian kesal dan akhirnya meninggalkan rumah jabatan bupati.
Setelah keluar dari lingkungan rumah jabatan bupati, Pater Yohanes kopong Tuan MSF, dalam orasinya mengatakan, hari masyarakat datang kesini guna membebaskan lahan mereka, yang juga termasuk dalam area tambang seluas 1.623 hektar, dan pihaknya ingin bupati mencabut izin PT. ERI. (ger)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top