RAGAM

Arpel Ajak Masyarakat TTU Peduli Lingkungan, dengan Mengumpulkan 1.000 Tanda Tangan

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Menperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, 5 juni 2015 sejumlah organisasi Kemahasiswaan dan (NGO) masing-masing, PMKRI Cabang Kefa, LMND Eksekutif Kota Kefa, Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang Kefa bersama,Lakmas NTT, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan masyarakat Insana Daerah NTT, yang tergabung dalam Aliansi Masyrakat Peduli Lingkungan (ARPEL TTU), menggelar aksi 1.000 tanda tangan.

Siswi SMA TTU tandatangani kain putih, sebagai tanda peduli terhadap lingkungan di TTU

Siswi SMA TTU tandatangani kain putih, sebagai tanda peduli terhadap lingkungan di TTU

Organisasi Mahasiswa dan NGO yang selama ini peduli terhadap berbagai pengrusakan lingkungan dan menolak adanya pertambangan di KAB TTU itu, menggelar aksi itu di depan Marga PMKRI Cabang kefamenanu, Kelurahan Kefa selatan. Aksi itu dimulai pada pukul 08.00 Wita hingga pukul 13.00 wita.

Aksi tersebut, merupakan bentuk penolakan terhadap pengrusakan alam dan lingkungan hidup yang terjadi, terutama pertambangan didaerah TTU.

Pantauan koran ini, aksi itu mendapat tanggapan positif. Betapa antusiasnya masyarakat TTU dan para pelajar SD, SMP, SMA dan para mahasiswa di ,kefamenanu memberikan tanda tangan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup yang selama ini dirusak oleh para Investor –investor tambang.

Ketua FMN Cabang Kefa, Heribertus M.Tikneon menyebutkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita kaum muda terhadap lingkungan, sehingga pihaknya meminta dukangan berupa tanda tangan dari seluruh masyrakat elemen yang ada di daerah ini, untuk menolak semua aktivitas yang sifatnya merusak lingkungan. Menyelamatkan lingkungan adalah hal yang terpenting demi menyelamatkan masa depan anak cucu kita.

Selanjutnya Sekretaris LMND Eksekutif Kota Kefamenanu, Jemri A.Hanek menambahkan, melestarikan lingkungan hidup merupakan upaya untuk melindungi terhadap perubahan alam, dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan serta menjaga kestabilan lingkungan, agar menjadi tempat hidup untuk manusia hewan dan tumbuhan yang layak.

Yohanes Naihati yang juga Ketua Presedium PMKRI Cabang Kefamenanu menyampaikan, kegiatan ini bukan semata-mata untuk menarik perhatian publik. Tetapi ini memang tugas kita sebagai generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk peduli dan menyelamatkan lingkungan hidup, yang selama ini dirusak oleh para pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kita berikan tanda tangan supaya Pemkab TTU dan investor tambang mengetahui, kalau masyarakat tidak menginginkan adanya pertambangan Di TTU, terkhususnya tambang di Desa Oenbit, Kecematan Insana,” tandasnya. (ger)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top