RAGAM

Dua Jembatan Di Sanleo 1 dan 2 Terancam Ambruk. Penegak Hukum Diminta Proaktif Lakukan Penyelidikan

BETUN, Kilastimor.com-Prpyek peningkatan ruas jalan Sanleo-Welaus-Betun yang baru selesai dikerjakan belum lama ini, sudah mengalami kerusakan.
Lapen mulai mengelupas dan dua jembatan yang dikerjakan di Sanleo 1 dan Sanleo 2 pun mulai retak-retak, berlubang dan terancam ambruk.
Aparat Penegak hukum diminta segera melakukan penyelidikan supaya kasus Halikelen jangan terjadi di Malaka.

Penegasan itu disampaikan Anggota DPRD Malaka, Dody Tey Seran kepada wartawan di Betun, Sabtu (6/6).

Dody Tey Seran

Dody Tey Seran

“Tadi saya melewati ruas jalan itu dan terlihat kondisinya masih sangat memprihatinkan karena aspal yang dikerjakan sudah mulai mengelupas padahal masih dalam waktu perawatan. Kita juga melihat pada jembatan Sanleo 1 dan Sanleo 2 terlihat hampir ambruk, banyak yang retak dan berlubang. Kita kawatir nasib jembatan itu sama dengan Halikelen. Kita minta supaya aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap pengerjaan ruas jalan dan jembatan itu. Kalau memang ada ketidakberesan maka harus diproses hukum,” ujarnya.

“Kita juga minta kepada Pemprov NTT melalui Dinas PU Provinsi supaya segera turun ke lapangan melihat kondisi riil di lapangan, supaya mengambil langkah yang tepat guna mengatasi persoalan di lapangan saat ini. Kita tidak mau jalan itu dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas pengerjaannya. Kita juga heran kenapa dua jembatan itu tidak diaspal padahal proyek sudah selesai dan masuk dalam pemeliharaan. Kita mau supaya semuanya jelas dan harus dipertanggung jawabkan secara transparan,” tandasnya.

Baca Juga :   SBS: Daerah Subur, Pertanian Harus jadi Primadona di Malaka

Ruas Jalan Welaus-Boas Masih Berlumpur

“Tadi kami antri hampir seratus kendaraan roda empat terpaksa kembali lewat jalan kateri menuju atambua, karena ruas jalan itu berlumpur. Kita minta supaya perusahaan yang lagi bekerja segera membersihkan lumpurnya, baru melanjutkan pekerjaannya. Kalau pekerjaannya dilanjut tanpa pembersihan maka kualitas jalannya akan jelek dan cepat rusak,” ujarnya.

“Pemprov NTT harus segera turun ke lapangan karena ini jalan propinsi. Segera lakukan tindakan cepat untuk selamatkan situasi. Kita butuh jalan yang berkualitas dan bukan asal jadi. Warga Malaka sangat membutuhkan jalan itu sebagai jalan alternatif, pasca putusnya jalan wemer,” bebernya.

“Kita dukung teman-teman komisi III DPRD Malaka berkoordinasi dengan Pemprov NTT supaya segera melakukan pengawasan terkait pengerjaan ruas jalan itu, supaya hasil akhirnya berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top