POLITIK

Figur Merakyat dan Merangkul Bakal Direspon Masyarakat

BETUN, Kilastimor.com-Peringatan dini buat para kandidat dan tim kerja berbagai figur. Warga Malaka lebih suka terhadap figur bakal calon Bupati yang bisa merakyat dan mampu merangkul berbagai komponen. Cerdas dan tegas saja belum cukup tetapi harus ditunjang dengan komitmen kerakyatan dan bisa merangkul semua pihak.
Demikian intisari pendapat yang dihimpun wartawan dari beberapa nara sumber di Malaka, Jumat (19/6).

Logo Pemilu

Logo Pemilu

Tokoh Adat Malaka, Ferdi Seran kepada wartawan di Betun mengatakan salah satu persyaratan yang dimiliki seorang figur adalah bisa merakyat dan menyatu dengan masyarakat. “Komitmen kerakyatan itu penting. Masyarakat Malaka adalah masyarakat adat sehingga pola pendekatannyapun harus menggunakan pendekatan budaya. Hampir 90 persen pemilih kita adalah pemilih tradisional yang menyatu dengan masyarakat adat, sehingga pola komunikasinya juga harus baik sesuai tradisi adat kita disini. Kalau cara awal masuknya benar maka bisa diterima pemilih namun kalau sudah salah tentu akan menuai kekecewaan. Ini pilkada kita perdana dan khususnya hanya di Malaka, sehingga faktor adat istiadat dan budaya masyarakat harus jadi pertimbangan figur dalam melakukan komunikasi politik bila mau diterima pemilih,” ujarnya.

Tokoh Pemuda Malaka Barat, Frans Haba Radja kepada wartawan di Besikama mengatakan perilaku pemilih masyarakat Malaka belakangan ini sulit diprediksi. “Didepan omong ya tetapi dibelakang bikin lain. Figur dan tim kerja harus cerdas melakukan pemetaan guna mengemas isu. Kalau pendekatan awalnya sudah salah tentu orang akan lari walau figurnya bagus, pintar dan cerdas, Orang tidak hanya melihat dari kualitas figur tetapi juga cara kerja tim sukses.

Baca Juga :   Ini Jadwal Penyerahan Dokumen Calon Perseorangan ke KPU Belu. "Minimal Ada 13.413 Dukungan"

Figur boleh bagus tetapi tim kerja kerjanya tidak mencerminkan kecerdasan figur itu, maka orang akan mengalihkan pilihannya. Dulu kita di Belu, mengandalkan isu Utara-Selatan sehingga warga mudah dimobilisasi tetapi sekarang kondisinya lain. Timsus harus kreatif mengemas isu dan mampu merangkul masyarakat. Penilaian warga sekarang ini memang agak unik dan berbeda dengan pilkada Belu sebelumnya sehingga setiap figur dan timses harus waspada,” bebernya.
Para figur dan timses harus merefleksi diri dan berbenah merubah strateginya bila ingin memenangkan Pilkada Malaka mendatang. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top