POLITIK

Gerindra Gelar Fit and Proper Test, Golkar Survey Elektabilitas Balon

JAKARTA, Kilastimor.com-Upaya Partai Politik (Parpol) untuk menjaring dan menyaring bakal calon gubernur, bupati/wali kota terus dilakukan. Demikian juga yang dilakukan partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Berdasarkan rencana, pekan depan DPP Partai Gerindra akan segera melakukan fit and proper test atau uji kelaikan dan kepatuhan terhadap bakal calon yang telah mendaftar.

Ketua DPP Partai Gerindra, Bidang Percepatan Pembangunan Daerah, Fary Djemi Francis kepada Timor Express, Rabu (17/6) kemarin, di ruang kerjanya mengemukakan, penyaringan terhadap calon gubenur, bupati/wali kota, terus dilakukan.

Pekan depan, nama-nama pasangan bakal calon yang telah diusulkan ke DPP, akan menjalani fit and proper test.

“Minggu depan antara hari Rabu atau Kamis, DPP akan gelar fit and proper tes untuk bakal calon gubernur, bupati/wali kota, termasuk calon bupati 9 kabupaten di NTT,” ujarnya.

Saat ini paparnya, pihaknya sedang mempersiapkan segala sesuatu terkait uji kelaikan dan kepatutan. Pihaknya masih akan melihat, apakah fit and proper tes terhadap tiga pasangan yang diajukan, atau langsung saja satu pasangan yang dinyatakan memiliki elektabilitas yang tinggi.

Fary Djemi Francis

Fary Djemi Francis

“Kita masih susun apakah kita uji tiga pasangan ada, atau hanya satu pasangan yang dianggap laik diusung Partai Gerindra,” tuturnya.

Selesai dari fit and proper test paparnya, akan ditetapkan satu calon yang diusung partai Gerindra. Keputusan partai akan disesuaikan dengan partai koalisi, jika kursi di DPRD tidak mencapai syarat 20 persen.

Terpisah, Pengurus DPP Golkar versi Munas Ancol, Melchias Markus Mekeng kepada koran ini mengemukakan, untuk calon dari Golkar, sedang dalam proses penjaringan. Jika sudah, dilanjutkan dengan fit and proper tes.

Kemudian imbuhnya, nama-nama bakal calon dikirim ke DPP, dan dilanjutkan dengan survey elektabilitas. Proses penjaringan, bisa dilakukan masing-masing versi munas, dan kemudian dimasukan ke tim bersama, untuk dikaji lebih jauh. “Dua pengurus Golkar saat ini, masing-masing lakukan penjaringan. Nanti kita ambil yang terbaik dan ditetapkan. Hanya saja hingga kini belum ada tim bersama dari kedua versi munas,” sebutnya.

Menyoal apakah proses survey dan penetapan tidak terlambat, melihat limit waktu yang ada? Mantan Ketua Banggar DPR RI itu mengatakan, masih ada waktu untuk survey dan kemudian ditetapkan. “Paling survey dua minggu. Habis itu kita akan langsung tetap,” sergahnya.

Disinggung soal siapa yang bakal menandatangani rekomendasi untuk bakal calon, dengan diplomatis Plt Ketua DPD NTT itu mengatakan, semua masih dibahas. Bila tidak selesai, maka akan ditentukan oleh KPU, sesuai dengan UU Parpol maupun PKPU. “Kita lihat saja, karena masih dibahas. Kalau tidak, kita tunggu keputusan KPU, siapa yang berhak tandatangan
rekomendasi dukungan Golkar,” tuntasnya. (net)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top