RAGAM

Jasa Tenaga Medis RSUD Mgr. Gabriel Baru Dibayar 5 Bulan

ATAMBUA, Kilastimor-Jasa para tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, baru terbayar 5 bulan dari total tunggakan selama 8 bulan.
Hal itu terjadi akibat, terlambatnya pengesahan DPA RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD.

“Tadi kita sudah bayar jasa untuk 5 bulannya, dari bulan September, November, Desember tahun 2014 lalu dan bulan Januari juga Februari tahun ini,” ungkap Direktur RSUD Hendrikus Besin ketika dikonfirmasi, Jumat (12/6/2015).

Dijelaskan, total tenaga medis di RSU Atambua saat ini sebanyak 712 orang. Pembayaran jasa para tenaga medis, langsung diserahkan ke masing-masing kepala ruangan. Setelah itu baru dibagikan ke setiap tenaga medis.

dr. Hendrik Besin

dr. Hendrik Besin

“Jasanya terlambat dibayar karena proses pengesahan DPA terlambat. Kita langsung arahkan untuk bayar, karena uang sebanyak itu tidak boleh simpan lama-lama,” ucap dia.

Menurut dokter Hendrikus, untuk jasa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sisa 3 bulan itu belum bayar, karena tim jasa, baik dokter, paramedis dan non medis/penunjang sebanyak 32 orang, belum dihitung untuk bulan Maret dan April 2015. Sementara untuk bulan Mei 2015, BPJS belum ditransfer.

“Masih sisa 3 bulan dari Maret, Arpil dan Mei yang belum dibayar. Itu masih harus dihitung dan memakan waktu yang lama. Kalau sudah selesai hitung maka sisa jasa 3 bulannya akan kita bayar di bulan Juli mendatang,” kata Besin.

Menyoal piutang sebanyak Rp 900 juta, dia mengatakan piutang untuk obat-obatan dan hutang-hutang yang lain sudah bayar di bulan Mei, hanya ada beberapa rekanan yang belum mengambil dananya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top