RAGAM

Ketiadaan Juknis , Pemkot Belum Telusuri Ijazah Palsu

Diakuinya, untuk lingkup Kota Kupang sendiri memang sejauh ini belum ditemukan adanya dugaan ASN yang menggunakan ijazah palsu, baik untuk tes CPNS maupun untuk penyesuaian kepangkatan. Sehingga, jika petunjuk teknisnya sudah diterima, baru diketahui mekanisme penelusuran ijazah palsu dimaksud.
Bisa saja melalui penelusuran tahun kuliah dan berapa lama waktu kuliah untuk meraih ijazah. “Kan ada kejadian, hanya kuliah beberapa saat tiba-tiba sudah dapat ijazah, mungkin seperti itu yang akan ditelusuri,” katanya.

Jika dalam proses penelusuran ternyata ada ASN lingkup Pemkot Kupang yang ketahuan memiliki ijazah palsu, maka tak akan didiamkan, pemerintah akan menindak ASN bersangkutan. Misalkan ijazah tersebut digunakan untuk tes CPNS, maka bisa dipecat. Sedangkan jika ijazah itu digunakan untuk penyesuaian kepangkatan, maka pangkatnya akan diturunkan.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan, instruksi untuk menelusuri ijazah palsu para ASN harus
dapat dilaksanakan oleh Pemkot, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan penegakan disiplin ASN.

Dengan menelusuri ijazah yang diduga palsu, atau didapat tak melalui mekanisme yang berlaku, tentunya dapat membongkar perilaku yang tidak baik di kalangan ASN yang berniat mendapatkan sesuatu secara instan dan gampang.(rif)

Baca Juga :   Pempus Hapus 7.000 Warga Belu dari PBI BPJS

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top