TIMOR

Malaka Barat Bidik Peningkatan Kelayakan Guru dan Sarana Ruang Belajar

BETUN, Kilastimor.com-Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malaka Barat yang membawahi empat Kecamatan Binaan yakni Kecamatan Malaka Barat, Weliman, Wewiku dan Kecamatan Rinhat di Kabupaten Malaka, akan memfokuskan diri untuk melakukan peningkatan kelayakan guru dan perbaikan sarana belajar seperti RKB, guna memperlancar proses pendidikan di berbagai sekolah.

Kepala Sekolah Dasar di wilayah ini sudah diminta bekerjasama dengan kepala desa setempat, melakukan usulan dan proposal terkait pemenuhan kebutuhan sarana RKB yang ditujukan kepada Dinas PKPO Kabupaten Malaka.

Kepala Cabang Dinas Malaka Barat, Yonathas Klau kepada wartawan di Besikama, Selasa (9/6) mengatakan, pihaknya selama ini sering turun ke lapangan melakukan pemantauan dan berdiskusi dengan kepala sekolah dan dewan guru, terkait persoalan-persoalan yang dihadapi di sekolah yang bersangkutan.

Logo Pendidikan

Logo Pendidikan

Masalah yang dibidik adalah memberikan motivasi kepada para guru yang belum memiliki kelayakan mengajar, supaya segera melanjutkan pendidikannya S1 melalui program PPKAB dan UT, karena hal itu sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan pendidikan kita belakangan ini. Kita inginkan supaya proses KBM yang dilakukan perlu ditunjang tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi dibidangnya.

Pertimbangannya proses KBM harus dilakukan para guru yang memiliki kualifikasi sebagai guru dibidangnya untuk mendorong anak didik supaya lebih maju dan berkembang.

“Untuk saat ini sudah banyak guru SD yang belum memiliki ijazah S1. Kita sudah kita dorong dan beri motivasi supaya melanjutkan pendidikannya hingga S1 melalui lembaga pendidikan yang resmi diakui pemerintah,” bebernya.

Baca Juga :   Pejabat yang Dimutasi Jangan Bawa Aset Daerah

“Dibidang ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya ketersediaan buku-buku untuk melancarkan proses KBM hampir semua SD sudah tercukupi kebutuhannya, walau masih ada beberapa kekurangan yang perlu dilengkapi,” ujarnya. “Ada beberapa SD yang gedung sekolahnya tidak layak yang perlu mendapatkan perhatian dan sentuhan pemerintah. Ada juga sekolah yang kelebihan siswa dan tidak ditunjang dengan RKB yang memadai. Ini yang menjadi fokus perhatian kita bersama kedepan untuk dicarikan jalan keluar melalui intervensi pemerintah,” bebernya.

Kepala Dinas PKPO Kabupaten Malaka, Aleks Seran ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/6) mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Bidang yang menangani persoalan itu, supaya proaktif turun ke lapangan melakukan identifikasi dan memverifikasi di lapangan supaya segera diambil tindakan konkrit. Tahun ini Malaka dapat program DAK bagi SD, sehingga diharapkan melalui program itu bisa mengatasi persoalan di setiap sekolah terutama bagi sekolah, yang benar-benar membutuhkan intervensi pemerintah. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top