RAGAM

Malaka Mulai Mengalami Perubahan Dalam Satu Tahun Terakhir

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka diminta fokus mengurus pertanian, kesehatan dan pendidikan masyarakat, karena prinsip diadakannya pemekaran wilayah itu adalah untuk mensejahterakan masyarakat Makala.

Penegasan itu disampaikan Kepala Seksi Wilayah 1A Kemendagri, Turman Sitorus usai melakukan rapat evaluasi dan Pembinaan DOB Malaka tahun ke 2 di Aula pertemuan Pemkab Malaka di Betun, Rabu (10/6).

Pejabat Kemendagri pose bersama pimpinan SKPD dilingkup Pemkab Malaka

Pejabat Kemendagri pose bersama pimpinan SKPD dilingkup Pemkab Malaka

“Tadi kita sudah mendengarkan bersama paparan Pemkab Malaka terkait perkembangan DOB Malaka selama satu tahun terakhir, dan hasilnya cukup menggembirakan dan setelah ini kita akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat hasil laporan itu. Kita percaya bahwa pemkab Malaka sudah bersungguh-sungguh menyiapkannya dengan baik, sehingga sepuluh item yang diminta dalam sebuah DOB harus dipenuhi dalam masa persiapan ini,” ujarnya.

“Ketika kami datang dari Atambua memasuki wilayah Malaka, ternyata sudah mengalami banyak perubahan selama setahun terkahir, karena pembangunan sarana prasarana jalan sudah mulai berjalan dan bagus. Tahun lalu ketika kami datang ke Malaka, jalan itu masih berbatu-batu namun saat ini kondisinya sudah sangat baik karena mendapatkan perhatian pemerintah,” bebernya.

“Kalau kita lihat perkembangan di Kabupaten Malaka saat ini sudah mulai bagus hanya ada beberapa catatan yang perlu dilihat bahwa di kiri kanan jalan, masih ditemukan lahan tidur dan tidak diolah masyarakat padahal daerah ini sangat subur. Tadi malam saya tanya masyarakat disini ternyata orang-orang jawa yang datang dan bertani disini sudah memiliki mobil dan bisa membangun rumah bagus dari hasil pertaniannya. Kita harapkan warga Malaka juga bisa mengalami hal yang sama dengan memanfaatkan potensi luas lahan yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :   PDIP Usung Sahabat di Pilkada Belu. Ini Dukungan PDIP di Tujuh Kabupaten di NTT

“Pemerintah harus punya kemauan politik untuk membangun pertanian di wilayah ini dengan menyediakan benih unggul, pupuk dan obat-obatan serta saprodi yang memadai. Masyarakat perlu didampingi untuk membangun pertanian Malaka supaya bisa menjadi daerah yang makmur dibidang pertanian. Daerah ini sangat subur sehigga tidak ada alasan warga disini mengalami kekurangan pangan atau kurang sejahtera,”

“Masyarakat Malaka bisa difasilitasi pemerintah dibidang pertanian dengan membangun sistim irigasi yang tidak tergantung musim hujan. Pemkab harus fokus urus hal-hal seperti ini karena tujuan dari pemekaran sebuah wilayah, hanya bermuara untuk mensejahterakan masyarakatnya. Kuncinya di Malaka sesuai potensi wilayah maka Pertanian harus fokus dibangun dan Kesehatan serta pendidikan harus jadi sentral perhatian pemerintah,” katanya.

“Saya tidak katakan bahwa Pendidikan dan kesehatan belum maju, tetapi yang perlu dicatat bahwa kemajuan dan kemakmuran sebuah daerah termasuk negara maju sekalipun diukur dari kualitas pendidikan dan kesehatan yang dialami masyarakat,” tandasnya.

“Kita harapkan Malaka bisa bersaing dan tidak kalah dengan kabupaten lain di Indonesia, karena memiliki potensi yang baik. Tinggal sekarang pemerintah harus membuat perencanaan yang baik untuk menata wilayah ini melalui perencanaan tata ruang wilayah dan rencana detail tata ruang kota, yang bisa mendorong kemajuan dan kebutuhan masyarakat Malaka kedepan,” pungkasnya (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top