RAGAM

NGO Today: Kinerja Polres TTS Lemah dalam Mengungkap Kasus Kehilangan

SOE, Kilastimor.com-Berlarutnya penanganan sejumlah kasus hilangnya dibeberapa barang berharga di dinas dan KPU TTS, yang hingga kini belum ada titik terangnya, memantik Direktur LSM TODAY, Miel Teftae angkat bicara.
Dalam catatan LSM Today, ada sekitar 4 kasus uang hilang yang hingga kini belum ada kemajuan berarti.
“Dalam catatan Today ada sekitar 4 kasus uang hilang, yang sama sekali belum ada penyelesaiannya,” jelas Miel.

Keempat kasus tersebut adalah, Kasus uang hilang dikantor KPU, Kasus uang hilang di Dinas Perhubungan, Kasus Uang Hilang di Dinas PPO dan terakhir adalah hilangnya uang milik Dinas PPKAD sebesar Rp 161 Juta.
“Empat kasus tersebut pelakunya belum tersentuh oleh hukum,” kata Miel. Untuk di Dinas PPO, Today menilai yang diproses hukum sebenarnya tumbal. “Kalau di dinas PPO itu kan kan yang proses orang yang cuma dijadikan tumbal,” kata Miel.

Sementara 3 kasus masing-masing uang Rp 100 juta milik KPU, Rp 161 juta milik Dinas PPKAD dan dinas Perhubungan, kata Miel polisi terkesan sangat lemah dalam menyelidiki kasus tersebut. “Kasus-kasus itu kow polisi sangat lemah dalam memproses kasus tersebut,” kata Miel heran.

Lambang Polri

Lambang Polri

Lebih lanjut dia meniai bahwa polisi tidak becus dalam menangani kasus-kasus yang secara kasat mata awam sebenarnya muda untuk mengungkapkan siapa pelakunya. “Kasus-kasus tersebut kalau kita melihat dengan kaca mata awam sebenarnya sangat muda untuk diungkapkan, tapi kenapa polisi tidak becus menangani kasus-kasus itu,” tanya Miel.

Baca Juga :   Ketua DPRD Malaka: Mari Kita Dukung Mario Melalui SMS. Mario Pukau Ribuan Penonton di Malaka

Dia menduga ada permainan dalam proses kasus tersebut. Karena kasus-kasus tersebut terjadi sangat terstruktur, sistematis dan masif. “Jangan sampai ada permainan dalam penanganan kasus tersebut. Karena terlihat terstruktur, sistematis dan masif,” jelas Miel.

Direktur LSM Today in merasa heran kalau sampai polisi sulit mengungkapkan siapa pelaku sebenarnya. Karena menurut dia polisi punya kemampuan dan punya banyak cara untuk mengungkapkan kasus-kasus tersebut.

“Polisi punya bayak cara untuk mengungkapkan kasus-kasus tersebut, tapi kenapa begitu sulit,” kata Miel heran sembari menambahkan, jika penyidik di Polres TTS merasa sulit untuk membongkar kasus tersebut, maka menurut Miel bisa meminta bantuan kepada Polda NTT, bisa juga menggunakan Densus 88 atau tim forensik untuk mengungkap kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya , Kasat Reskrim Polres TTS AKP Faria Arista yang ditemui di Polres TTS mengakui bahwa sampai dengan saat ini belum ada perkembangan berarti. “Belum ada perkembangan, masih sama seperti pertama kali hilang,”aku Kasat Faria.

Menurut Kasat Faria, penyelidikan kasus tersebut belum menunjukan perkembangan yang berarti, dikarenakan oleh polisi sulit menemukan barang bukti. “Kita sulit menemukan barang bukti,”terang Kasat Faria. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top