RAGAM

NPHD untuk Panwaslu Belum Ditandatangani, Pilbup Belu Terancam Batal

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pelaksanaan pemilihan Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Belu, terancam batal. Pasalnya sampai dengan saat ini Pemerintah belum mengucurkan anggaran hibah bagi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Belu.

“Anggaran untuk Panwas Belu itu Rp 2,8 miliar tapi sampai sekarang belum cair,” ungkap Ketua Panwas Kabupaten Belu, Andre Parera saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/6).

Panwaslu

Panwaslu

Dituturkan, sampai dengan saat ini juga Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) belum ditandatangani Pemkab Belu. Padahal dalam pekan depan akan dilakukan tahapan pelantikan Panwascam.

“Target kita tanggal 10 Juni ada pelantikan Panwascam dan tanggal 11 bimtek untuk mereka Panwascam. Tapi kalau anggarannya belum ada maka kami tidak bisa menjamin proses itu akan dilaksanakan,” sebut dia.

“Pelantikan itu memakan anggaran Rp 50-an juta lebih, dan siapa yang akan tanggung. Sementara selama ini kita berjalan dengan uang sendiri dan fasilitas yang minim,” tambah Parera.

Jelas dia, fasilitas meja dan kursi yang ada di kantor Panwaslu saat ini milik pribadi. Usulan permintaan fasilitas meja kursi juga usulan untuk staf tenaga kontrak 9 orang, untuk membantu aktivitas di Panwaslu, tapi tidak diakomodir Pemkab.

“Kita tetap lakukan tugas dengan kondisi yang ada. Kalau proses ini rumit, kami siap mundur dan resikonya kalau Panwas tidak ada maka Pilkadanya batal,” cetus Parera.

Lanjut dia, proses tahapan perekrutan panwascam dan tes tertulis tengah dilakukan dan saat ini kita sedang melakukan tahapan seleksi panwascam dari 12 kecamatan. “Kita sedang seleksi panwascam, setiap kecamata 6 orang hanya Kakuluk Mesak yang 7 orang,” ujar dia. (yan)

Baca Juga :   Jadwal Pertandingan Persab Belu Kontra Manggarai Berubah
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top