POLITIK

Parpol Diminta Tidak Terjebak “Politik Dagang Sapi”

BETUN, Kilastimor.com-Partai Politik dalam proses penetapan bakal calon bupati harus transparan kepada masyarakat, dan tidak terjebak dalam “politik dagang sapi” yang pada akhirnya merugikan parpol dalam jangka panjang.

Parpol harus fair memberikan informasi kepada masyarakat terkait siapa figur yang diusung, supaya diketahui masyarakat. Kalau proses rekruitmen figur dilakukan tertutup terkesan parpol menyembunyikan sesuatu dan hanya pentingkan kebutuhan sesaat.

Penegasan itu disampaikan tokoh masyarakat Malaka, Pius Klau Muti kepada wartawan di Betun, Sabtu (13/6).

“Kita heran karena sampai saat ini partai yang menerima pendaftaran calon belum satupun yang menetapkan bakal calon bupati yang diusung, padahal rakyat sendiri sudah tidak sabar menanti pengumuman parpol. Kalau alasannya masih menanti proses internal parpol, harusnya progres pengurusannya juga harus dipublikasikan untuk diketahui publik. Kesannya, parpol hingga saat ini diam membisu dan tidak ada tindakan konkrit, sebagai salah satu langkah maju kedepan. Kalau cara kerja partai seperti ini, patut dipertanyakan dan patut disayangkan,” ujarnya.

“Rakyat juga punya hak untuk tau apa yang dilakukan partai dalam menghasilkan bakal calon yang diusung. Partai itu milik rakyat karena mereka juga yang memilih sehingga partai itu ada dan besar. Kalau cara kelola partai seperti ini, maka tingkat kepercayaan rakyat terhadap parpol akan semakin menurun kedepan. Parpol hanya dijadikan sarana dan kuda tunggangan untuk menggolkan kepentingan oknum-oknum pengurus parpol, ketimbang mengakomodir harapan dan kepentingan masyarakat,” bebernya.

Baca Juga :   Animo Masyarakat Betun Berobat Gratis di Puskesmas Meningkat
Partai Peserta Pemilu

Partai Peserta Pemilu

“Kita mau parpol mulai tingkat kabupaten hingga pusat harus terbuka dalam merekrut bakal calon bupati. Masyarakat juga punya hak untuk mengetahui proses yang dilakukan partai dalam menentukan figur yang diusung. Yang terlihat sekarang semua informasi buntu dan parpol hanya berdalih masih diproses sesuai mekanisme parpol. Emangnya ada mekanisme apa yang diurus sehingga terkesan sangat sakral dan tidak boleh diketahui publik,” jelasnya.

Pihaknya, prihatin karena ada partai yang berdalih bahwa akan melakukan survey lapangan untuk mengetahui elektabilitas figur tetapi hingga hari ini mana ada survey itu dan hasil surveynya seperti apa semua masih tanda tanya.

“Justru partai yang menutup diri dan terkesan abu-abu dalam berproses. Transparanci patut dipertanyakan dan kita khawatir parpol hanya gunakan ajang itu untuk mengakomodir kepentingannya ketimbang merekrut figur yang sesuai harapan masyarakat. Kita juga patut mencurigai jangan sampai proses politik yang sementara menggelinding saat ini, hanya dibuat kamuflase dan mengedepankan ‘politik dagang sapi’ yang tidak memihak kepentingan rakyat yang berdaulat,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top