POLITIK

Parpol Jangan Jadi “Pilatus” Bagi Para Kandidat Bupati/Wakil Bupati Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Partai Politik diharapkan tidak berperilaku seperti “Pilatus” yang suka cuci tangan ketika ditanyai para kandidat Bupati/Wakil Bupati Malaka. Parpol harus memiliki standard mutu kerja yang bisa diterima masyarakat, karena akan berpengaruh bagi tingkat kerpercayaan warga terhadap parpol yang bersangkutan.

Kalau masih berperilaku ‘pilatus’, lambat laun parpol akan hilang kepercayaan dan ditinggalkan masyarakat. Penegasan itu disampaikan Tokoh Masyarakat Malaka, Alfons Bria kepada wartawan di Weliman, Minggu (14/6).

Ilustrasi

Ilustrasi

“Belakangan saya lihat ada fenomena yang menarik dimana partai politik tampil sangat eksklusif bagai “dewa” yang ditunggu para figur, padahal tidak lama lagi KPU akan menerima pendaftaran paket. Kita sangat prihatin karena belum ada satu parpol pun yang secara tegas memberikan dukunngan politik melalui SK Parpol, terkait kuda tunggangan figur, sebutnya.

Akibatnya kata dia, kegiatan sosialisasi figur di lapangan juga terlihat mandeg dan tidak bergairah lantaran para figur masih menanti keputusan parpol pengusung. Harusnya parpol tampil sebagai wadah yang terbuka dan bisa memberikan kepastian untuk menjawab keraguan masyarakat.

“Kita tanya paket mereka juga tidak tau partai mana yang bisa mengusung mereka, karena alasan masih digodok partai. Runyamnya Pengurus Partai di Kabupaten kalau ditanya jawabannya sudah diajukan ke provinsi. Disanapun sama katanya provinsi sudah mengajukan ke pusat. Di Pusat pun ketika ditanya, tunggu karena masih digodok internal partai. Mereka seolah seperti “pilatus” yang suka cuci tangan dan lempar tanggung jawab seolah merekalah yang bukan ikut memutuskan. Ini pertanda kurang baik untuk pilkada dan sangat mengganggu aktifitas warga dalam sosialisasi figur,” bebernya.

Baca Juga :   Anggota Fraksi Gerindra Pertanyakan Jarangnya Ketua DPRD Belu Berada di Kantor

“Kita minta pengurus Parpon dari Kabupaten hingga pusat menyadari hal itu dan memperbaiki kinerjanya. Pesta demokrasi yang seharusnya dinikmati rakyat, terpaksa terganggu karena tidak ada transparansi parpol dalam merekrut kader,” tukasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top