POLITIK

Parpol Jangan Jadi “Pilatus” Bagi Para Kandidat Bupati/Wakil Bupati Malaka

Akibatnya kata dia, kegiatan sosialisasi figur di lapangan juga terlihat mandeg dan tidak bergairah lantaran para figur masih menanti keputusan parpol pengusung. Harusnya parpol tampil sebagai wadah yang terbuka dan bisa memberikan kepastian untuk menjawab keraguan masyarakat.

“Kita tanya paket mereka juga tidak tau partai mana yang bisa mengusung mereka, karena alasan masih digodok partai. Runyamnya Pengurus Partai di Kabupaten kalau ditanya jawabannya sudah diajukan ke provinsi. Disanapun sama katanya provinsi sudah mengajukan ke pusat. Di Pusat pun ketika ditanya, tunggu karena masih digodok internal partai. Mereka seolah seperti “pilatus” yang suka cuci tangan dan lempar tanggung jawab seolah merekalah yang bukan ikut memutuskan. Ini pertanda kurang baik untuk pilkada dan sangat mengganggu aktifitas warga dalam sosialisasi figur,” bebernya.

“Kita minta pengurus Parpon dari Kabupaten hingga pusat menyadari hal itu dan memperbaiki kinerjanya. Pesta demokrasi yang seharusnya dinikmati rakyat, terpaksa terganggu karena tidak ada transparansi parpol dalam merekrut kader,” tukasnya. (oni)

Baca Juga :   Lapangan Umum Betun Diberkati dan Diujicoba

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top