EKONOMI

Pemkab Bangun MOU Kembangkan Kacang Hijau Industri

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pertanian Kabupaten Malaka membuat MoU dengan Asosiasi Palawija Biinmafo-TTU, guna pengembangan Kacang Hijau varietas Butet, guna memenuhi kebutuhan industri.

Kacang Hijau

Kacang Hijau

Kesepakatan yang dibuat termsuk jenis kacang, luas lahan dan lokasi serta harga pembelian. Dengan adanya MoU itu diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan semangat petani untuk membudidayakan kacang hijau. Penegasan itu disampaikan Kadis Pertanian Malaka, Petrus Bria usai melakukan penandatanganan MoU di Aula Kantor Dinas Pertanian Malaka di Betun kemarin.

“Kita baru selesai melakukan penandatanganan MoU dengan Asosiasi Palawija Biinmafo-TTU tentang penanaman kacang hijau varietas Butet seluas 500 ha di Malaka Barat. Kacang hijau yang dikembangkan ini memiliki keunggulan karena umur panen hanya 55 hari, dan dapat dipanen 3 kali dengan sistim petik karena diperlakukan secara khusus dengan penyemprotan pupuk buah. Hasil produksinya bisa mencapi 2 ton hingga 2,3 ton per ha. Harga jual saat panen Rp. 10. 000/kg dibeli asosiasi dan hasilnya dikirim ke Surabaya untuk dproses lebih lanjut guna kebutuhan industri,” ujarnya.

“Kita MoU bagi penanaman kacang ijo di Lima desa di Malaka Barat yakni di Desa Umatoos (150 ha), Fafoe (150ha), sikun (100 ha) dan Oan Mane (100ha). Asosiasi selama ini sudah membangun kerja sama dengan petani di Kecamatan Wewiku dan tanamannya sudah mulai tumbuh. Kita tetap akan melakukan pendampingan dan evaluasi, jika hasilnya bagus maka produk ini bisa dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tani di Malaka,” ujarnya.

Baca Juga :   Fretelin Unggul Sementara di Pemilu Timor Leste. CNRT Urut 2

“Kita tetapkan harga jual dalam MoU, karena dalam kenyataannya kita inginkan supaya investor serius dan tidak dibohongi seperti janji investor singkong mas dan jagung yang sudah kecewakan masyarakat. Dengan MoU ini bisa mengikat investor dan petani supaya bekerja sesuai harapan bersama dan saling menguntungkan,” bebernya.

Ketua Asosiasi Palawija Biinmafo-TTU, Heri Odo secara terpisah kepada wartawan mengatakan pihaknya sangat responsif terhadap MoU diteken bersama.

“Malaka sangat potensi untuk kembangkan kacang hijau dan sesuai pengalaman hanya bisa memproduksi 900 kg/ha. Kita harapkan dengan jenis varitas baru serta teknology yang ditawarkan bisa lebih menguntungkan masyarakat tani. Kita adakan MOU karena pangsa pasarnya jelas dan berkesinambungan sehingga petani bisa memanfaatkan peluang ini untuk berusaha. Kita inginkan petani kita hidup dari dari usaha ini dan bisa menjadikan pertanian sebagai andalan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga kedepan,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top