TIMOR

Pemkab Malaka Harus Fokus Urus Pertanian

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka melalui dinas Pertanian harus fokus mengurus kelompok-kelompok tani. Pasalnya, keberhasilan pertanian sangat ditentukan kerja sama yang baik antara pemerintah, Dinas Pertanian, Penyuluh di lapangan dan Petani. Disetiap kecamatan dan desa pun perlu ada demplot sebagai pilot proyek bagi petani di wilayah itu.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malaka, Marieta Teti kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

“Komisi II DPRD Malaka dan Mitra Komisi di Dinas Pertanian Malaka baru-baru ini melakukan studi banding tentang masalah pertanian di Kota dan Kabupaten Malang, ternyata keberhasilan pertanian disana cukup pesat karena ada kerja sama antara berbagai elemen diatas,”ujarnya.

“Pemkot dan Pemkab Malang memiliki komitmen yang kuat memajukan pertanian melalui kinerja anggaran yang ada, dan Dinas pertanian sebagai dinas teknis menyiapkan saprodi dan benih unggul serta pupuk maupun obat-obatan. Harus ada penyuluh lapangan yang terlatih dan memiliki skill yang baik, untuk melakukan pendampingan teknis bagi petani dan bagi penyuluh itu diberi perhatian secara khusus oleh pemerintah dan petani,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II, Ronaldo Asury dalam kesempatan yang sama kepada wartawan mengatakan, kunci keberhasilan pertanian di Malang karena ada kerja sama dari berbagai komponen diatas. “Kita apresiasi kerja mereka di Malang dan hal itu akan kita adopsi sesuai kebutuhan kita di Malaka. Produksi padi saja disana minimal 9 ton per hektar sampai 12 ton per hektar, sementara di Malaka baru mencapai 3 hingga 5 ton per hektar. Kita mendorong Pemerintah Malaka untuk serius memperhatikan masalah itu, sehingga ada peningkatan produktivitas pertanian di Malaka.
Komisi II jelasnya, akan terus berdiskusi terkait persoalan apa saja di Dinas Pertanian Malaka, sehingga produktifitas tanaman padi masih dibawah setiap tahun,”jelasnya.

Baca Juga :   Orientasi DPRD Malaka untuk Tambah Wawasan

Sekretaris Komisi II DPRD Malaka, Wendelinus Taolin kepada wartawan mengatakan keberhasilan petani di Malang juga sangat ditentukan kelembagaan kelompok tani yang dibangun. “Mereka sangat profesional, dibina melalui pelatihan-pelatihan. Hasil pertanian pasca panen juga diatur dan tidak dijual bebas, tetapi dijual di pasar tani dengan harga standart pasar. Setelah tengkulak atau toko membeli di Pasar tani yang ditetapkan dan diatur oleh pemerintah. Masalahnya sebetulnya sederhana. Bila mau berhasil, maka antara satu dengan lainnya yang terlibat, harus bisa bekerjasama dalam sistem yang dibangun,” ujarnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top