EKONOMI

PLN Harus Bertanggunjawab Atas Kerusakan Barang Elektronik Milik Warga

ATAMBUA, Kilastimor.com-Gangguan listrik di Kota Atambua, telah merugikan banyak pelanggan. Pasalnya, ketidakstabilan arus listrik, pada Senin lalu, mengakibatkan barang elektronik milik sejumlah warga Tulamalae mengalami kerusakan.

Atas kondisi itu, Anggota DPRD Belu, Melkiyaris Lelo meminta agar PLN Rayon Atambua bertanggungjawab atas kerusakan alat elektronik yang dialami warga tiga RT, di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat.

Melkyaris Lelo

Melki Lelo

“PLN harus tanggungjawab soal kerugian yang diderita warga dan karena itu PLN melakukan ganti rugi atas kerusakan alat elektronik warga,” ungkap Melki sapaan karibnya, Kamis (4/6) di Gedung DPRD Belu.

Menurut dia, peristiwa naik turunya arus akibat perbaikan gardu listrik milik PLN oleh petugas. Daya listrik secara tiba-tiba naik dan turun, yang menyebabkan terbakarnya sejumlah alat elektronik milik warga termasuk inventaris Samsat.

Melki juga meminta agar pihak PLN, tidak boleh menutup diri terhadap wartawan yang hendak akan melakukan konfirmasi atas kejadian tersebut, yang telah menimbulkan kerugian bagi pelanggan PLN sendiri.

“Sekarang ini sudah era keterbukaan informasi publik. Oleh sebab itu tidak boleh ada hal, yang disembunyikan khusus menyangkut pelayanan publik. Apalagi hal yang hendak dikonfirmasi oleh wartawan itu menyangkut tupoksi dari PLN,” tandas Melki.

Pantauan wartawan di Kantor PLN, Rabu (3/6), warga pada RT 10,12, dan 21 Toro, Kelurahan Tulamalae mendatangi Kantor PLN, untuk mengadukan kejadian yang menimbulkan kerugian. Televisi, Kulkas serta beberapa lainnya rusak akibat daya listrik yang tidak stabil. “Kami datang untuk meminta tanggungjawab. PLN menjawab solusinya akan data dan kirim teknisi untuk perbaiki. Tapi kalau tidak ada tindakan, kami minta ganti ruginya,” tegas Mina Huke salah warga di Toro.

Baca Juga :   APBD 2018 Fokus Pada Program Prioritas Pemda Malaka

Terkait hal itu, Pimpinan PLN Rayon Atambua yang hendak dikonfirmasi tidak bisa ditemui wartawan, karena berlasan sibuk. “Pimpinan masih sibuk dan belum bisa ditemui,” ujar salah staf yang berjaga di pintu Kantor.

Sementara itu, Edy Bau wartawan Harian Pos Kupang sempat diusir oleh staf PLN Atambua, saat mengkonfirmasi kejadian yang dikeluhkan warga. “Tadi saya diusir saat mau konfirmasi kejadiannya,” ujar Edy

Diketahui kejadian itu terjadi Senin (1/6) lalu, saat itu ada petugas PLN yang sedang perbaiki gardu TB81 di ruas jalan AJ Beremau, namun tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dan sekitar pukul 18.00 Wita lampu listriknya padam secara tiba-tiba.
Hal itu juga menyebabkan rusaknya alat elektronik di UPTD Dispenda NTT Cabang Belu, sehingga menghambat pelayanan bagi warga yang hendak mengurus STNK dan pelayanan lainnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top