RAGAM

PT. SMR Kantongi Semua Izin. Tidak Ada Alasan Bupati Ajukan Permohonan Penghentian Sementara

SOE, Kilastimor-Managemen PT. SMR pada Jumat (5/6), bertempat di Hotel Timor Megah mengadakan kegiatan coffee morning bersama pemeirntah Kabupaten TTS, Forkopimda seperti Polres TTS, Kodim 1621 TTS, Kejari TTS.
Hadir pula tokoh masyarakat, tokoh adat serta para Kepala Desa dari Desa Supul dan Noebesa sebagai lokasi dimana PT. SMR melakukan penambangan.

Dalam kegiatan tersebut Managemen PT. SMR mengatakan bahwa mereka telah melakukan pembenahan baik dari segi adminitrasi perizinan maupun penataan lokasi tambang.
“Semua jenis izin yang diisyaratkan dalam UU Pertambangan, baik itu izin penggunaan kawasan hutan yang akhir-akhir ini sempat diributkan sudah kami kantongi. Intinya seluruh jenis ijin sudah kita mengantongi izin,” jelas Kepala Teknik, Firza Ronaldho.

Paul V.R. Mella

Paul V.R. Mella

Menjawabi pertanyaan terkait dengan adanya surat permohonan yang dikeluarkan oleh Bupati TTS kepada Gubernur NTT untuk menghentikan sementara kegiatan penambangan mangan di Supul dan Noebesa, Andreas Siregar dari PT. SMR menjelaskan PT. SMR juga mendapat surat tembusan dengan perihal Permohonan Penghentian Sementara Penambangan tersebut, namun pihaknya merasa aneh, dan tidak mengeteahui secara pasti apa alasan sehingga Bupati Mella mengeluarkan surat permohonan penghentian sementara penambangan.

“Kami juga mendapat surat tembusan tersebut tapi kami tidak tau secara pasti alasan pemerintah TTS, mengeluarkan surat tersebut,” terang Andreas.

Namun jelas Andreas Siregar, Gubenur NTT sudah menolak permohonan Bupati TTS, tersebut karena Gubernur menganggap bahwa tidak ada hal atau kejadian yang luar biasa, yang terjadi di TTS sebagai akibat dari penambangan yang dilakukan oleh PT. SMR.

Baca Juga :   Medah: Petani Ubi Ungu di Belu Jangan Ragu Soal Pemasaran

Sementara untuk pemberlakuan 7 hari kerja yang sempat mendapat penolakan dari berbagai kalangan terutama pihak gereja, PT. SMR sudah menjawabi dengan menghentikan jam kerja pada hari minggu, dan memberikan kesempatan kepada buruh atau tenaga kerja yang nasrani untuk menjalankan ibadahnya.

Menyangkut Royalti dan dana reklamasi yang menjadi kewajiaban perusahan, dari pihak manajemen PT.SMR baik Firsa Ronaldho maupun Andrean Siregar secara bergantian menjelas bahwa perusahaan sudah menyetor baik royalti maupun dana jaminan reklamasi kepada pemerintah. Sayangnya kedua orang tersebut tidak mengetahui secara besaran dana yang sudah disetorkan. “Kita setorkan dana tersebut ke Bank NTT atas nama Gubernur NTT,” pungkas mereka. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top