HUKUM & KRIMINAL

Terdakwa Human Trafficking Jony Lim Divonis 2 Tahun Penjara

ATAMBUA, Kilastimor-Terdakwa kasus tindak pidana perdagangan orang atau human trafficiking, Jony Lim divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Atambua. Terdakwa, tidak terbukti melakukan human trafficking terhadap Asunta Bui dan Yeni Fatima Mesak warga Belu.

Sidang putusan terdakwa dipimpin Ketua PN Atambua Soesilo dan dihadiri penasehat hukum Kony Lim, Salahudin dan Melkianus C. Seran, Kamis (25/6) kemarin.

Dalam amar Majelis Hakim dikatakan, terdakwa Jony Lim terbukti melakukan perbuatan pidana menempatkan WNI untuk bekerja di luar negeri secara tidak sah. Terhadap kesalahan ini, majelis menjatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar, namun jika tidak dibayar maka terdakwa harus mengganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

End Human Trafficking

End Human Trafficking

Hukuman untuk terdakwa ini masih dikurangi dengan masa penangkapan dan penahanannya. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut pidana penjara enam tahun bagi Jony Lim.

Lanjut Soesilo, ada dua hal yang memberatkan terdakwa Jony Lim yakni yang pertama dikarenakan terdakwa pernah menjadi pengurus PJTKI sehingga harusnya memahami peraturan pengiriman TKI ke luar negeri, dan yang kedua perbuatan terdakwa membahayakan Asunta Bui dan Yeni Fatima Mesak, karena diberangkatkan tidak melalui jalur resmi. Sementara itu terkait hal-hal yang meringankan terdakwa yakni, Jony belum pernah terlibat kasus dan dihukum, juga bersikap sopan dalam persidangan.

Baca Juga :   Direktur UD Matador Betun Bantah Korban Masih Anak-Anak

Melkianus Seran pengacara Jony Lim usai persidangan kepada wartawan mengemukakan, pihaknya tidak langsung menerima putusan majelis hakim dan masih berpikir karena ingin mempelajari putusan tersebut. “Kita masih pikir-pikir untuk koreksi putusan ini dan waktu kita selama tujuh hari ke depan,” ucap dia.

Putusan serupa diberikan majelis hakim kepada terdakwa Jonias Killa di persidangan berbeda dalam hari yang bersamaan dan terdakwa Jonias Killa menerima putusan tersebut.

Sementara itu JPU Kejari Atambua, I Nyoman Sukrawan menuturkan pihaknya menyatakan masih pikir-pikir karena putusan itu lebih ringan dan dibawah setengah tuntutan JPU. Dikatakan, masih ada waktu tujuh hari ke depan karena itu ada kemungkinan pihak JPU akan ajukan naik banding. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top