HUKUM & KRIMINAL

Tiga Terduga Trafficking Diciduk Polres Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepolisian Resort (Polres) Belu menciduk tiga orang tersangka yang diduga terlibat kasus perdagangan manusia atau trafficking dengan korban, VBN (15), warga Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan, Belu, Nusa Tenggara Timur.

“Penahanan ketiga tersangka itu berawal dari laporan saksi korban VBN yang disampaikan ke Polres Belu pada Rabu 13 Mei lalu. Dalam laporannya disebutkan, ada terjadi tindak pidana human trafficking yang dialami saksi korban VBN,” ungkap Kasatreskrim Polres Belu, Jefry Fanggidae ketika dihubungi, Rabu (10/6/2015) di Atambua.

Menurut Fanggidae, hasil dari pengembangan tim penyelidik, diketahui Lusia Aek, warga Kotafun, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, berperan selaku penyalurnya.

End Human Trafficking

End Human Trafficking

“Awalnya korban diantar ke salah satu perekrut tenaga kerja wanita. Keterangan dari Lusia Aek, Hubertus Bere Nahak selaku orang tua korban yang mengantar korban ke kediamannya,” terang dia.

Korban VBN diserahkan langsung orang tuanya ke Lusia Aek. Pasalnya, yang bersangkutan sebelumnya telah mengirim kakak korban untuk bekerja di Malaysia. Berdasarkan keterangan tersebut tersangka, Lusia Aek, aparat Reskrim Polres Belu langsung menangkap dan menahan tersangka, Hubertus Bere Nahak.

“Setelah itu kita terus lakukan pengembangan kasusnya ke Kupang, karena korban sempat dikirim dan ditampung di Kupang. Kita kerjasama dengan Polres Kupang kemudian berhasil deteksi dan menangkap Bernadus Kake alias Nando orang yang menampung korban di Kupang,” ujar Fanggidaeng.

Baca Juga :   Bupati Malaka: Kades Wederok Tunda Dilantik Bukan Tak Dilantik

Lanjut dia, pihaknya juga berhasil mengumpulkan informasi bahwa korban sempat menjalani medical check up di salah satu klinik yang berada di Kupang.

“Berdasarkan pengembangan kasusnya kita menetapkan tiga orang tersangka dan langsung ditahan. Kita akan teruskan kasus ini ketingkat penyidikan dan apabila berkasnya telah lengkap kita akan segera limpahkan pihak Kejaksaan,” ucap Jefry.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban telah ditampung di Kupang selama dua pekan. Korban bersama 20 orang calon TKW lainnya diperintah untuk melulur seluruh badan. Selain itu korban bersama para TKW juga hendak disunti silicon pada bagian kewanitaan. Namun korban berhasil melarikan diri dari ke Belu, karena takut disuntik silicon.
Atas peristiwa itu, korban kemudian di laporkan ke Polres Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top