RAGAM

Tingkatkan Kualitas, Penerimaan Siswa Baru SMP/SMA/SMK Dibatasi 160 Siswa

BETUN, Kilastimor.com-Pemerimaan siswa baru untuk SMP/SMA/SMK dalam tahun ajaran 2015/2016 akan dibatasi. Setiap sekolah hanya boleh menerima 160 orang. Hal itu untuk menjaga mutu sekolah dan juga ketersediaan sarana/prasarana pendidikan. Selain itu, untuk melakukan pemerataan siswa di sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa.

Penegasan itu disampaikan Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere saat menyerahkan Ijin Operasional Sekolah masing-masing SMPN Wederok, SMP St. Fransiskus Asisi Lakulo, SDN Neti Mataus dan SDN Besetaek di Lakulo-Kecamatan Weliman, Sabtu (20/6).

Logo Malaka

Logo Malaka

“Kita memberlakukan kebijakan itu supaya tidak ada penumpukan siswa pada sekolah-sekolah tertentu. Pembatasan itu harus dilakukan supaya persoalan ketersediaan tenaga guru dan sarana prasarana pendidikan, bisa mengakomodir jumlah siswa yang ada. Kita omong tentang kualitas, tapi tidak diatur maka sama saja dengan membohongi diri,” bebernya.

“Selama masih bergabung dengan Belu, sekolah induk di Malaka melakukan kebijakan untuk membuka sekolah kelas jauh dengan harapan bisa mendekatkan pelayanan dibidang pendidikan. Namun dalam perkembangannya sekolah induk itu menerima siswa tanpa pembatasan siswa, sehingga setiap tahun sering ada keluhan kekurangan sarana belajar dan kekurangan guru. Kita harus sikapi persoalan ini karena ada sekolah induk yang menerima siswa baru mencapai 1.000 siswa dalam satu tahun ajaran. Kondisi itu tidak bisa dibiarkan karena terkait ketersediaan sarana-prasarana belajar dan tenaga guru. Kasihan dong siswa harus dipaksa belajar dengan siang hari, dan tentu hasilnya tidak optimal. Kalau kondisi banyak siswa maka sangat sulit kita meberikan layanan pendidikan yang optimal kepada siswa apalagi dikaitkan dengan mutu pendidikan,” sebutnya.

Baca Juga :   Unpad Kaji Ibu Kota Provinsi Kepulauan Flores

Pemerintah harus melakukan pembatasan, supaya guru bisa fokus dan sarana yang disediakan juga bisa memadai melayani jumlah siswa yang ada. Kalau ada kepala sekolah yang terima diatas ketentuan ini akan dipanggil dan diberi peringatan keras termasuk diberhentikan dari kepala sekolah,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top