RAGAM

498 Balita di Belu Derita Gizi Buruk, Dua Meninggal Dunia

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kabupaten Belu hingga kini belum terbebaskan dari kasus gizi buruk (Marasmus). Berdasarkan data kesehatan periode Januari sampai Mei 2015, tercatat sekitar 498 balita yang berstatus gizi buruk dan dua diantaranya meninggal dunia.

Theresia Saik

Theresia Saik

“Ada 6 balita gizi buruk yang kita rawat. Yang sudah sehat 4 balita dan kita telah pulangkan. Sementara dua balitanya meninggal dunia,” ungkap Kadinkes Belu, Theresia Saik saat dihubungi, Rabu (2/7/2015).

Menurut Saik, balita gizi buruk selama ini menjalani perawatan di TFC (Therapeutic feeding center/pusat pemulihan gizi) di Haliwen. “Balita yang meninggal itu berumur 36 bulan positif HIV dari Rafae dan 20 bulan dari Atambua Selatan penyakit Tubercolosis (TBC),” kata dia.

Dirincikan, data hingga Mei 2015 ada 13.587 balita yang ditimbang di posyandu terdapat 74,5 persen atau 10.122 anak gizi baik, 21,9 persen atau 2.975 anak gizi kurang dan 3,5 persen atau 476, anak gizi buruk.

“Dari data ini, kita lakukan validasi dan diketahui 498 balita bawah garis merah, menurut umur kalau balita kurus 84 dan anak kurus sekali 36,” ujar Theresia Saik.

Dikatakan, balita gizi buruk itu yang harus ditangani. Ketika ditemukan maka langsung dirujuk ke Haliwen untuk mendapat perawatan. “Terkadang Kita kesehatan kalo temukan balita yg kurus maka akan dirujuk, tapi terkadang mereka tidak mau

Baca Juga :   Tegang, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Walk Out

Lanjut Saik, dana untuk balita gizi kurang dan gizi bruk sekali dalam setahunnya sebesar Rp 170 juta dan sudah digunakan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top