RAGAM

8.000 Warga Malaka Segera Dapatkan Layanan JKN, Teko dan Kades Diusulkan dalam Perubahan Anggaran

BETUN, Kilastimor.com-Sebanyak 8.000 warga Malaka yang tersebar di 12 Kecamatan akan mendapatkan layanan JKN dari BPJS. Sementara 1.800 Teko Malaka dan 127 Kades se-Malaka akan mendapatkan kesempatan yang sama, sebagai konsekuensi tuntutan aturan, dan akan diusulkan dalam rapat perubahan anggaran tahun ini.

Pengasan itu disampaikan Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Malaka, Petrus Bria Seran usai melakukan rapat koordinasi lintas SKPD bersama BPJS Cabang Atambua di Betun, Kamis (9/7).

Petrus Bria Seran

Petrus Bria Seran

“Pemkab Malaka sudah mengalokasikan anggaran bagi 8.000 warga Malaka, dan sudah bekerja sama dengan BPJS supaya mereka bisa mendapatkan pelayanan JKN dari BPJS. Kita harapkan semua instansi teknis terkait segera merealisasikan di lapangan sehingga warga segera mendapatkan pelayanan. Tadi kita sudah lakukan rapat koordinasi sehingga bisa mempercepat pelayanan terhadap masyarakat. Kita harapkan dalam waktu dekat 8.000 warga yang sudah mendapatkan pelayanan JKN bisa memanfaatkan pelayanan untuk pengobatan gratis,” ujarnya.

“Tadi dalam rapat koordinasi kita juga mendapatkan informasi bahwa para teko dan kepala desa di Malaka juga harus mendapatkan pelayanan BPJS, karena itu aturan yang harus dipatuhi. Setiap badan/instansi yang mempekerjakan orang lain berkewajiban untuk mendadtarkan pekerjanya kepada BPJS supaya mendapatkan pelayanan. Pemkab Malaka patuh dan komit dengan aturan itu. Dalam rapat perubahan anggaran hal itu perlu dibawa dalam rapat anggaran supaya mendapatkan persetujuan DPRD,” bebernya.

Baca Juga :   Pilkada Perdana Merupakan Sejarah Besar Orang Malaka. Mari Sukseskan!!!

“Tadi juga kita meminta kepada instansi teknis terkait seperti dinas kesehatan dan RSUD Betun untuk membuat progran supaya para pejabat eselon dua di lingkup Pemkab dan DPRD, perlu diadakan pemeriksaan kesehatan setiap tiga bulan dengan menggunakan jasa BPJS. Teknisnya mereka yang akan mengaturnya sesuai regulasi yang ada. Kita jangan tunggu sakit dulu baru berobat, tetapi harus proaktif memeriksalan diri secara teratur selama tiga bulanan untuk mendeteksi apakah para pejabat kita sehat atau perlau mendapatkan perawatan medis. Kita sudah meminta RSUD Webua membuat program itu termasuk membuat taman di wilayah halaman RSUD, guna menciptakan kenyamanan bagi pengunjung,” tuturnya.

Pemerintah katanya, menginginkan pengunjung yang datang betah, ketika melihat lingkungan yang asri. Kondisi asri juga bisa membuat pasien cepat sehat. “Kesehatan itu juga jaminan sehingga perlu ada upaya konkrit dari pihak rumah sakit supaya menciptakan rasa kenyamanan dan mempercepat proses penyembuhan dari pasien yang berkunjung. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top