RAGAM

Bendungan Noemuke Solusi Atasi Kekeringan di Selatan TTS

SOE, Kilastimor.com-Pembangunan 1.000 sumur dangkal guna mengatasi masalah kekeringan di bagian selatan Kabupaten TTS , mendapat tanggapan negatif. Menurut DPRD TTS, sumur dangkal bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi kekeringan.

Ilustrasi Bendungan

Ilustrasi Bendungan

Menurut Wakil Ketua II DPRD TTS, Alex Kase, solusi terbaik untuk mengatasi masalah kekeringan di selatan adalah dengan membangun bendungan Noemuke.

“Pembanguan sumur dangkal ini tidak akan menyelesaikan masalah kekeringan di selatan. Saya sudah pernah membuat sumur dangkal di selatan untuk membantu warga, namun airnya terlalu dangkal untuk dipompa. Begitu dipompa tidak lama airnya sudah kering. Menurut saya, langkah paling tepat adalah dengan membangun bendungan di selatan. Selain pemanfaatnya untuk menampung air hujan, sekaligus untuk mengendalikan banjir yang selalu terjadi di selatan,” Alex Kase kepada wartawan di SoE.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota komisi III DPRD TTS, Ruba Banunaek mengatakan, pembangunan sumur dangkal lebih tepat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk dikonsumsi bukan untuk irigasi.

“Kalau sumur dangkal lebih tepat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk minum dan cuci. Untuk kebutuhan irigasi lebih tepat dibangun bendungan. Bendungan ini berfungsi untuk menampung air hujan pada saat hujan untuk bisa mengendalikan banjir sekaligus penyediaan air pada musim kemarau untuk irigasi. Tidak hanya itu pembangunan bendungan ini akan membantu penyediakan air tanah,” kata putra mantan Bupati TTS, Daniel A. Banunaek ini.

Baca Juga :   SBS-DA Optimalkan 1.819 Hari untuk Bangun Malaka

Dukungan pembangunan bendungan Noemuke juga datang dari Wakil Ketua I DPRD TTS, Christian Imanuel Ollin. Menurut Emanuel Ollin, pembangunan bendungan adalah langkah paling tepat untuk mengatasi masalah kekeringan di selatan secara permanen.

“Selama ini sudah banyak anggaran yang dikucurkan pemerintah ke selatan guna mengatasi masalah kekeringan dan banjir di selatan namun sampai saat ini belum terselasaikan. Menurut saya pembangunan bendungan adalah langkah paling tepat untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut,” kata Ollin.

Namun demikian sebagai lembaga pengawas jelas Emanuel Ollin, pembuatan sumur dangkal ini tentunya harus menjalankan fungsi pengawasan.
“Fungsi pengawasan ini melekat pada kami. Sehingga semua proses pembangunan di TTS akan selalu kami awasi. Kami berharap ke depan pemerintah bisa membangun bendungan guna mengakhir masalah kekeringan dan banjir di selatan,” tegas Ollin. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top