HUKUM & KRIMINAL

Bronjong Halikelen Ambruk, Kejari Atambua Periksa Konsultan dan Ketua Panitia PHO

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, melakukan pemeriksaan terhadap Konsultan dan Ketua PHO, terkait kasus dugaan korupsi, proyek pengerjaan bronjong jembatan Halikelen. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Atambua Robert M Tacoy, menyampaikan hal itu saat dihubungi NTT Online, Senin (6/7/2015).

Menurut Tacoy, sesuai agenda yang diperiksa yakni, Ir. Muhammad Syahrun Nurawi sebagai core team atau konsultan dan Nusakti Yasa Wedha, sebagai Ketua Panitia PHO.

Roberthus M. Tacoy

Roberthus M. Tacoy

“Kedua saksi dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Atambua. Keduanya baru pertama kali dimintai keterangan terkait proyek bronjong jembatan Halikelen,” ungkap Tacoy.

Jelas Tacoy, kasus dugaan tersebut akan terus dikembangkan dan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. “Semua pihak yang terkait dengan pekerjaan tersebut akan kita mintai keterangannya,” ujar dia.

Sebelumnya pada Senin (29/6/2015) pekan lalu penyidik Kejari Atambua telah melakukan pemeriksaan terhadap PPK Jalan Nasional, ‎Josua dan Konsultan Pengawas Proyek, Magda S. Laka. Terlebih dahulu penyidik telah memeriksa Kepala Balai Jalan Nasional Denpasar, Syamsul Anwar.

Untuk diketahui, proyek pembangunan bronjong jembatan Halikelen, Desa Naekesa, Kecamatan Tasifeto, Kabupaten Belu, Timor Barat, dikerjakan oleh PT. Waskita Karya menggunakan dana APBN 2014 sebesar Rp 4 miliar.

Usai dikerjakan, bronjong jembatan Halikelen di jalur trans timor di kilo meter 14 jurusan Atambua-Kupang itu ambruk, sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. (yan)

Baca Juga :   Aparat di Perbatasan RI-Timor Leste Harus Bersinergi
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top