HUKUM & KRIMINAL

Diduga Human Trafficking, Olla dan Mamo Dipolisikan

SOE, Kilastimor.com-Melkianus Olla warga Desa Bonleu dan Armen Mamo yang juga warga Bonleu Kecamatan Tobu dipolisikan Welmince Fallo orang tua dari Dina Mariani Fallo (17) dan Mediana Klaenoni orang tua dari korban, Marnis Tefa (15) karena diduga sebagai petugas lapangan (PL) salah satu perusahanan pengiriman tenaga kerja wanita (TKW), yakni diduga PT. Vio-Vioken Kencana Mandiri.

End Human Trafficking

End Human Trafficking

Hal tersebut disampaikan Kapolres TTS melalui Kapolsek Mollo Utara IPTU L.O Selly,SH yang ditemui di Mapolsek Mollo Utara Kamis, (2/7).
Menurut pria yang sering disapa Okto Selly ini pada tanggal 29 Juni 2015 lalu, pihaknya menerima laporan dari Welmince Fallo dan Mediana Klaenoni orang dari korban yang melaporkan bahwa anak mereka hilang sejak 21 April 2015 lalu dan hingga kini belum diketahui keberadaan mereka.

“Ada laporan anak mereka hilang pada tanggal 21 April 2015 dan hingga kini belum diketahui keberadaan mereka,” jelas Okto Selly..

Untuk saat ini lanjut Okto pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Kita sementara melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan hari ini (Kamis 2/7 red) Melkianus Olla dan Armen Mamo juga kita mintai keterangannya,” jelas Okto

Untuk sementara jelas Okto Selly belum ada tersangka yang ditetapkkan penyidik karena penyidik masih terus mendalami kasus tersebut apakah ada keterlibat pihak lain dalam kasus ini.

Baca Juga :   Kadisnak Belu Bantah Terima Pungutan Bantuan Sapi Raifatus

“Belum ada tersangka, kita masih terus mendalami, terus menggali informasi dan keterangan,”kata mantan Kanit Tipikor Polres TTS ini.

Sementara pasal yang diterapkan dalam kasus tersebut adalah pasal 2 Undang-Undang Perdagangan Orang Nomor
Sementara kronologis kasus hilangnya anak dibawa umur ini terang Okto, bahwa pada tanggal 21 April 2015 sekitar pukul 19.00 kedua orang korban trafficking masing-masing Marnis Tefa dan Dina M. Fallo keluar dari rumah menuju ke rumah Melkianus Olla. Selanjutnya Melkianus Olla bersama Armen Mamo dengan berboncenang motor menuju ke Kapan. Setibanyanya di Kapan Kecamatan Mollo Utara, dua gadis yang masih dibawah umur tersebut dengan menggunakan mobil pick up yang ditengarai milik Rongki Fuakani berangkat menuju Kupang.

“Setelah berada di Kupang itulah kemudian sudah tidak diketahui keberadaan mereka,” jelas Okto Selly.

Sementara berdasarkan pengakuan Armen Mamo yang ditemui di kantor Polsek Mollo Utara, dia hanya dipakai jasanya sebagai ojek untuk membawa Dina M. Fallo dari rumah Melkianus Olla menuju ke Kapan.

“Saya ini ojek pak, jadi mereka pakai menuju Kapan dan saya muat mereka,” aku Armen.

Selanjutnya kata Armen, Melkianus Olla menelpon orang yang bernama Rongki Fuakani untuk membawa kedua anak dibawa umur tersebut ke Kupang.
“Rongki Fuakani yang bawa mereka ke Kupang pak,”aku Armen sembari menambahkan bahwa Ronggi adalah kaki tangan atau petugas lapangan dari PT. Vio_Vioken Kencana Mandiri untuk merekrut TKW.

Baca Juga :   Besok, Pemda Malaka Klarifikasi Gugatan Empat ASN di KASN

“Yang saya tau Rongki Fuakani adalah petugas lapangan untuk PT. Vio-Vioken Kencana Mandari.
Ibunda dari Dina M. Fallo,Welmince Fallo dan Mediana Klaenoni orang tua dari korban Marnis Tefa kepada Kursor meminta agar anak mereka segera kembali dan pelaku yang membawa lari akan mereka diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami minta agar anak kami kembali. Dan mereka yang bawa kami punya akan dihukum seberat-beratnya,”pinta Mediana Klaenoni yang diamini Welmince Fallo.

Sementara Okto Selly berjanji akan menuntaskan kasus tersebut dengan menyeret pelaku perdagangan anak ke jeruji besi.
“Kita akan tuntas kasus ini dan menyeret pelaku ke penjara,”tegas Okto Selly.
Sedangkan pasal yang diterapkan adalah pasal 2 UU Perdagangan Anak Nomor 21 tahun 2007 dengan ancaman 15 tahun penjara jo Pasal 332 KUHP tentang melarikan perempuan yang belum dewasa dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top