HUKUM & KRIMINAL

Illegal, Kodim Belu Amankan 2,4 Ton Gula Thailand dari Timor Leste

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kodim 1605/Belu berhasil mengamankan sebanyak 2,4 ton gula merek Thailand yang diselundupkan dari negara Timor Leste ke Indonesia.
Gula pasir tersebut diamankan satuan intel Kodim di jalur Manleten, Tasifeto Timur, Jumat malam (3/7/2015) sekira pukul 19.42 wita. Gula tersebut diangkut menggunakan truk dengan Nopol DH 2174 AL.
Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Mochammad Nanang Nazmudin menyampaikan hal itu kepada wartawan, Sabtu (4/7/2015) di Makodim Belu, Atambua.

Penjabat Bupati Belu dan Dandim 1605/Belu, memantau gula illegal yang diamankan

Penjabat Bupati Belu dan Dandim 1605/Belu, memantau gula illegal yang diamankan

Menurut Nanang, gula pasir merk Thailand itu masukan dari Maliana, Timor Leste melalui perbatasan Delomil, Desa Lamaksenulu, Lamaknen. Kemudian diangkut menggunakan truk yang dikendarai Nicholaus Loe.

“Gula pasir itu dari Timor Leste yang dimasukkan melalui kali Delomil. Total gula pasirnya ada 49 karung dengan berat 50 kg atau sebanyak 2450 Kg,” tutur dia.

Dikatakan, usai pengamanan barang bukti beserta kendaraan itu langsung diamankan ke Kodim. Dari hasil keterangan yang didapat, diketahui gula pasir ilegal tersebut merupakan milik Arnoldus Lay alias Ayus di Fatubenao B, Kecamatan Kota Atambua.

“Kita sudah ambil keterangan dari pemiliknya yang bernama Ayus. Rencananya, dia (Ayus,red) akan menjual gula pasir didalam wilayah kota Atambua,” ucap Nanang.

Dikatakan, saat ini barang bukti berupa gula pasir 49 karung dan kendaraan truk jenis Mitsubshi, masih diamankan di Makodim 1605/Belu.

Baca Juga :   Bria Seran Turun Gunung Pantau Rapat Komisi di DPRD Malaka

“Kita sementara mengambil keterangan dan semua sesuai proses hukum. Selesai ini kita akan serahkan barang bukti serta pemiliknya ke Polres yang memiliki kewenangan hukum,” ujar dia.

Lanjut Nanang, sesuai Undang-Undang, TNI membantu Pemerintah kabupaten dalam apapun. “Sesuai undang-undang, saya bertugas membantu Pemkab demi mendukung keamanan,” tambah dia.

Penjabat Bupati Belu Wilhelmus Foni disela-sela meninjau barang bukti itu mengemukakan, ini merupakan bagian dari mafia perdagangan barang illegal yang diselundupkan dari Timor Leste. Dikatakan, ini merupaka hal yang serius, karena telah melanggar undang-undang karena itu harus diproses sesuai hukum. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top