RAGAM

Jalan dan Air Bersih Masih Jadi Keluhan Masyarakat di Kota Kupang

KUPANG, Kilastimor.com-Hasil reses DPRD Kota Kupang dalam daerah jelang sidang II, mendapati sejumlah keluhan dan dominan warga mempersoalkan infranstruktur jalan dan air bersih.

Untuk Kecamatan AlaK, keluhan masyarakat masih pada persoalan klasik yang sudah dikeluhkan selama bertahun-tahun, tapi belum mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Kupang.

Marthinus Medah

Marthinus Medah

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Marthinus Medah kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2015).

Medah menuturkan, khusus untuk air bersih keluhan datang dari masyarakat Kelurahan Fatufeto, Namosain, Alak dan Penkase Oeleta. Masyarakat umumnya mengeluh soal sambungan pipa PDAM yang belum sampai di keempat kelurahan tersebut. Sedangkan untuk masalah jalan lingkungan, keluhan datang dari seluruh kelurahan yang berada di Kecamatan Alak.

“Untuk kelurahan Penkase Oeleta, dikarena sambungan pipa PDAM sulit untuk dilakukan karena sebagian besar pemilik lahan di Kelurahan itu menolak jaringan PDAM melewati lahan mereka, sehingga pemasangan jaringan PDAM di kelurahan itu, hampir dipastikan tidak bisa dilakukan. Sementara untuk kelurahan Fatufeto, Namosain, pemasangan masih mungkin dilakukan karena sebagian wilayah kedua kelurahan itu telah ada jaringan PDAM,” jelasnya.

Sementara untuk masalah jalan lingkungan, lanjut Medah, mungkin bisa sedikit teratasi pada tahun 2016 mendatang. Di tahun 2016 mendatang, pemerintah Kota Kupang berencana mengalokasikan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk memperbaiki dan membuat jalan lingkungan, sehingga mudah-mudahan keluhan masyarakat Alak bisa terjawab sebagian. (rif)

Baca Juga :   TABE Utamakan Dialog Santun
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top