RAGAM

Karantina Sosialisasi Pengawasan Lalulintas Komoditi Pertanian di Perbatasan RI-RDTL

ATAMBUA, Kilastimor.com-Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, menggelar sosialisasi dan rapat koordinasi instansi terkait pengguna jasa dan masyarakat perbatasan, dalam rangka pengawasan lalu lintas komoditas pertanian di perbatasan RI-RDTL, di Hotel King Star Atambua, Rabu (8/7).

Sosialisasi Karantina di Hotel King Star Atambua

Sosialisasi Karantina di Hotel King Star Atambua

Kegiatan itu dibuka langsung Asisten II Setda Belu, Marsel Mau Meta, yang dihadiri peserta dari masyarakat perbatasan, Dandim 1605/Belu, Danyon Satgas Pamtas 514/R, Perwakilan Polres, Camat/Kades Perbatasan, Imigrasi, Bea Cukai, Polsek Perbatasan, instansi terkait Belu, TTU, Malaka, Belu dan sejumlah undangan lainnya.

Sosialisasi sehari itu menghadirkan nara sumber Kepala Pusat Kepatuhan dan Kerjasama serta Informasi Perkarantinaan, Arifin Tasrip, Perwakilan Mabes TNI, Kolonel Kav. Gatut Setyo Utomo, Kepala BKPK I Kupang, I.B.somawijaya dan Kaban BPP Belu, Jap Prihatin.

Kepala BKPK, I Kupang I.B.Somawijaya kepada media mengemukakan, maksud dan tujuan kegiatan untuk menetapkan harmonisasi hubungan kerja sama antara unit pelaksana teknis kerantina pertanian dengan instansi terkait, dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik di daerah.

“Kegiatan ini dalam rangka membina komunikasi yang baik dengan instansi terkait. Juga meningkatkan pemahaman peran dan fungsi karantina pertanian yang ada di kawasan perbatasan,” ungkap dia.

Sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan penegakan hukum dalam pelaksanaan tindakan karantina. Juga meningkatkan terhadap lalulintas media pembawa HPHP dan OPTK baik antar pulau dalam wilayah NTT serta negara tetangga Timor Leste.

Baca Juga :   Pemda Malaka Siapkan Alat Panen Jagung dan Padi

Lanjut Somawijaya, kawasan perbatasan ini merupakan suatu bentuk kawasan yang sakarang sangat diperhatikan pemerintah dalam program nawacita, salah satunya dalam rangka pembangunan kawasan perbatasan di NTT.

“Kita harap dengan terjalinnya komunikasi dan persepsi yang sama dapat hilangkan ego sektoral, demi terwujudnya pembangunan wilayah perbatasan,” pinta dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top